INDOPOSCO.ID – Langkah berani sering kali menjadi pembeda antara sekadar bertahan dan benar-benar berkembang, dan itulah yang kini tengah dijalani Ivar Jenner bersama Dewa United Banten FC.
Baru dua bulan berseragam Banten Warriors, gelandang berusia 22 tahun itu langsung merasakan atmosfer kompetisi yang berbeda. Tak hanya mencicipi kerasnya persaingan domestik, ia juga sempat merasakan panggung internasional lewat AFC Challenge League, sebuah pengalaman yang memperkaya perjalanan kariernya.
Keputusan meninggalkan Eropa bukan tanpa pertimbangan. Setelah cukup lama berkiprah di kasta kedua Liga Belanda bersama Jong Utrecht, Ivar merasa sudah waktunya keluar dari zona nyaman dan mengejar sesuatu yang lebih konkret: kesempatan bermain secara reguler di level tertinggi.
“Bagi saya, yang terpenting sekarang adalah menit bermain. Itulah alasan saya mengambil langkah ini agar bisa bermain di tim utama,” ujar Ivar dalam keterangan resmi ileague, Jumat (3/4/2026).
Pilihan itu terbukti tak sia-sia. Dalam waktu relatif singkat, ia sudah mengoleksi sekitar 576 menit bermain. Perannya di lini tengah mulai terasa, terlihat dari akurasi umpan mencapai 85,9 persen dengan 231 operan sukses. Tak hanya itu, ia juga mencatatkan 384 sentuhan serta kontribusi dalam duel dengan tingkat keberhasilan 46,8 persen angka yang menunjukkan kehadirannya bukan sekadar pelengkap.
Lebih dari sekadar statistik, kehadiran Ivar memberi warna baru bagi permainan Dewa United. Kemampuannya mengatur tempo membuat alur permainan tim menjadi lebih stabil dan terorganisir.
Menariknya, kesan pertama yang ia rasakan di Indonesia justru datang dari luar lapangan. Ivar mengaku cukup terkejut dengan kualitas fasilitas yang dimiliki klub.
“Fasilitas di sini jauh lebih baik daripada yang biasa saya temui di Belanda. Level latihannya pun mengejutkan, ternyata sangat bagus,” ungkapnya.
Adaptasi yang mulus ini juga tak lepas dari peran sosok yang sudah lebih dulu merasakan atmosfer sepak bola Indonesia, Rafael Struick. Sebagai rekan di Timnas, Rafael menjadi salah satu tempat bertanya sebelum Ivar mengambil keputusan besar dalam kariernya.
“Saya berbicara dengan Rafael, dia teman baik saya. Dia bilang liga di sini bagus, begitu juga dengan fasilitas latihan dan pelatihnya,” tambahnya.
Meski langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang sebelum kembali ke Eropa, fokus Ivar saat ini sepenuhnya tertuju pada kontribusinya bersama Dewa United. Ia ingin berkembang, memberi dampak, dan membantu tim bangkit setelah sempat terseok di awal musim.
Di sisi lain, optimisme juga ia bawa untuk Timnas Indonesia. Meski kegagalan menuju Piala Dunia sempat meninggalkan kekecewaan, ia melihat potensi besar dalam skuad Garuda untuk bersaing di level Asia ke depan.
Kini, di tengah proses adaptasi dan ambisi yang terus menyala, perjalanan Ivar Jenner di Indonesia bukan sekadar persinggahan, melainkan bab penting yang bisa menentukan arah masa depannya. (her)









