INDOPOSCO.ID – Pemerintah Austria menutup akses wilayah udaranya bagi militer Amerika Serikat yang berencana menggelar operasi terhadap Iran. Kebijakan itu diambil demi menjaga status netralitas negara yang diatur dalam undang-undang.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Austria mengonfirmasi hal tersebut, meski tidak memerinci detail berapa banyak permintaan yang diajukan Amerika Serikat.
“Ada beberapa permintaan (menggunakan wilayah udara Austria) dari Washington, namun tidak menyebutkan jumlah pastinya,” kata Juru bicara Kementerian Pertahanan Austria dilaporkan stasiun penyiaran publik Austria, ORF saat dilansir dari Al Jazeera, Kamis (2/4/2026).
Pihaknya menegaskan bahwa setiap permintaan izin akan ditinjau satu per satu berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri setempat.
Kementerian Pertahanan Austria menyatakan, bahwa meski pihaknya memegang teguh kebijakan netralitas militer, mereka tidak menerapkan larangan menyeluruh terhadap penerbangan Amerika Serikat, melainkan meninjau setiap permohonan secara seksama.
Senada, Pemerintah Spanyol telah melarang penggunaan wilayah udaranya bagi armada militer AS. Langkah itu mempertegas posisi Madrid sebagai penentang utama konflik tersebut di kawasan Eropa.
Pekan lalu, otoritas Italia juga menyatakan penolakannya terhadap permohonan AS yang ingin menyiagakan pesawat pembom di pangkalan militer Sisilia.
Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Donald Trump aktif menggalang dukungan untuk melakukan tindakan militer terhadap Iran, namun menghadapi resistensi signifikan dari sekutu NATO dan komunitas internasional, memicu ketegangan diplomatik yang serius.
Beberapa negara NATO, termasuk Spanyol, Italia, dan Prancis, dilaporkan memblokade operasi militer AS dan menolak memberikan akses pangkalan militer untuk serangan ke Iran. Hal itu memicu kemarahan Trump yang mengkritik NATO karena dianggap tidak memadai dalam membantu AS. (dan)









