INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, menegaskan sikap tegas pemerintah Indonesia dalam merespons insiden yang menimpa prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.
Pemerintah, kata Djamari, menuntut dilaksanakannya investigasi menyeluruh atas serangan yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI serta melukai sejumlah personel lainnya.
“Pemerintah menuntut investigasi yang menyeluruh atas insiden ini. Kami juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan penyelidikan secara cepat, transparan, dan komprehensif,” ujar Djamari dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan bahwa setiap pihak yang terlibat dalam serangan terhadap pasukan perdamaian harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan.
“Pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi,” tegasnya.
Menurut Djamari, insiden serangan berulang terhadap personel Indonesia mencerminkan rendahnya komitmen dari pihak-pihak yang bertikai dalam menjamin keselamatan pasukan perdamaian di wilayah konflik.
Dalam konteks itu, pemerintah Indonesia juga mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah tegas, bersatu, dan konsisten dalam menindaklanjuti hasil investigasi.
“Dewan Keamanan PBB harus bertindak tegas dan konsisten demi menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian,” katanya.
Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Langkah ini dilakukan melalui peran Kemenko Polkam sebagai pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP).
Koordinasi akan difokuskan bersama Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Kementerian Luar Negeri guna memastikan perlindungan maksimal bagi personel Indonesia yang bertugas di luar negeri.
“Selain itu, pemerintah juga akan melakukan peninjauan ulang terhadap protokol keamanan, khususnya dengan menyesuaikan perkembangan situasi di wilayah konflik Lebanon selatan,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan pasukan Indonesia dalam menjalankan mandat sebagai penjaga perdamaian dunia. (her)








