INDOPOSCO.ID – Di tengah penurunan pendapatan dan tekanan volume penjualan di salah satu lini produk, PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI IJ) justru menutup 2025 dengan fondasi keuangan yang tetap kokoh. Perseroan membukukan laba bersih Rp192 miliar, turun 7 persen secara tahunan (YoY), namun melampaui revisi target laba hingga 112 persen. Sinyal ini menunjukkan daya tahan kinerja SUNI sekaligus disiplin eksekusi strategi di tengah dinamika pasar.
Sepanjang 2025, SUNI mencatat pendapatan usaha Rp982 miliar atau turun 6 persen YoY tetapi tetap melampaui revisi target pendapatan sebesar 103 persen. Penurunan terutama dipicu turunnya volume penjualan OCTG casing, sementara OCTG tubing justru tumbuh dibanding tahun sebelumnya, memberi bantalan pada kinerja topline.
Penguatan fundamental terlihat dari total ekuitas yang naik 10 persen menjadi Rp863 miliar. Kenaikan ini ditopang akumulasi laba setelah dikurangi dividen Rp50 miliar dan aksi pembelian kembali saham Rp70 miliar. Di saat yang sama, rasio utang tetap sangat terjaga dengan Debt to Equity Ratio (DER) 0,30x, jauh di bawah batas ketentuan kredit 2,5x, meski ada kenaikan pinjaman bank untuk mendukung pembangunan pabrik kedua.
Direktur Utama SUNI, Willy Johan Chandra, menilai capaian ini menjaga SUNI tetap berada di jalur pertumbuhan yang direncanakan.
“Rata-rata penjualan dan laba beberapa tahun terakhir masih dalam koridor rencana strategis. Laba signifikan dua tahun terakhir sangat mendukung pembiayaan pabrik kedua RTM dan kemampuan Perseroan membagikan dividen,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Dari sisi arus kas, aktivitas operasional menghasilkan kas positif Rp93 miliar, meski turun 65 persen YoY akibat pembayaran ke pemasok. SUNI tetap agresif berinvestasi dengan belanja kas investasi sekitar Rp200 miliar sejalan dengan tahun sebelumnya untuk menuntaskan pembangunan pabrik kedua milik anak usaha PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Pabrik kedua RTM ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2026. Secara fisik, pembangunan telah rampung dan sepanjang 2025 difokuskan pada pemasangan mesin serta peralatan. Proses perolehan sertifikasi API juga tengah berjalan untuk memastikan fasilitas baru siap memasok kebutuhan OCTG tubing nasional.
Direktur Operasional SUNI, Bambang Prihandono, menyebut uji coba produksi di fasilitas baru menunjukkan hasil menggembirakan. Perseroan juga mulai mengembangkan produk baru guna mengoptimalkan tambahan kapasitas tersebut.
Pada saat bersamaan, entitas PSM telah beroperasi komersial untuk memproduksi wellhead dan x’mas tree berstandar internasional serta memenuhi TKDN, membuka peluang kontribusi baru bagi kinerja grup.
Direktur Keuangan SUNI, Freddy Soejandy, menambahkan realisasi belanja modal 2025 mencapai Rp190 miliar untuk penyelesaian pabrik kedua RTM.
“Tahun depan kebutuhan capex tidak akan sebesar sebelumnya, sehingga kemampuan pendanaan internal semakin kuat,” jelasnya.
Dengan struktur keuangan sehat, ekuitas yang menguat, serta tambahan kapasitas produksi yang segera beroperasi, SUNI menatap 2026 dengan posisi yang lebih siap bukan hanya menjaga kinerja, tetapi memperbesar peran dalam pemenuhan kebutuhan OCTG di dalam negeri. (rmn)








