INDOPOSCO.ID – Langit Jakarta menjadi saksi awal perjalanan baru sepak bola nasional. Di panggung internasional bertajuk FIFA Series 2026, Indonesia tak hanya hadir sebagai peserta, melainkan juga tuan rumah yang ingin unjuk kualitas.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut positif jalannya laga perdana yang berlangsung mulus. Baginya, ini bukan sekadar pertandingan pembuka, melainkan pintu masuk menuju pengakuan global.
“Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah, Pak Presiden Prabowo yang memberi kesempatan kita jadi tuan rumah. Saya juga terima kasih kepada Presiden Gianni Infantino dan FIFA yang memilih Indonesia menjadi sembilan negara yang bisa melakukan FIFA Series,” kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3/2026).
Apresiasi itu mengalir kepada Prabowo Subianto, serta Gianni Infantino dan FIFA, yang membuka peluang Indonesia masuk dalam daftar tuan rumah eksklusif turnamen ini.
Di atas lapangan, Timnas Indonesia langsung menunjukkan tajinya. Kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis menjadi sinyal bahwa skuad Garuda tak sekadar tampil, tetapi juga siap bersaing. Sentuhan pelatih anyar, John Herdman, mulai terlihat membentuk karakter tim yang lebih agresif dan percaya diri.
Namun ujian sesungguhnya belum datang. Di partai final, Indonesia akan berhadapan dengan Bulgaria—tim dengan peringkat dunia yang lebih tinggi. Erick pun mendorong mental bertanding yang berani dan tanpa ragu.
“Pertandingan nanti menurut saya sangat baik karena kita diberi kesempatan bertanding dengan ranking 87 dunia, Bulgaria. Tapi, berani lah, lawan lah. Kita harus coba yang terbaik sebagai tuan rumah,” tegasnya.
Lebih dari sekadar hasil akhir, FIFA Series di Jakarta menjadi bagian dari langkah besar. Ini adalah kombinasi antara strategi olahraga, diplomasi internasional, dan upaya memperkuat fondasi sepak bola nasional agar lebih terhubung dengan ekosistem global. (her)









