INDOPOSCO.ID – Komitmen efisiensi energi kini bukan lagi sekadar slogan di PT Pertamina (Persero), melainkan telah menjelma menjadi budaya kerja yang hidup di setiap lini operasional perusahaan.
Upaya tersebut ditegaskan langsung oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, yang menyebut langkah ini merupakan bagian penting dari strategi keberlanjutan energi nasional.
“Gerakan bersama menghemat energi makin diperlukan untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga keberlanjutan energi di tengah dinamika geopolitik global saat ini,” ujar Baron dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, penggunaan energi secara bijak terutama BBM dan LPG telah menjadi kebutuhan mendesak, seiring kondisi global yang memengaruhi rantai pasok energi dunia.
Sebagai implementasi konkret, Pertamina mendorong pekerjanya beralih ke transportasi publik dengan menyediakan layanan shuttle bus yang terhubung langsung ke stasiun hingga halte.
Inisiatif ini tak hanya berlaku di Jakarta, tetapi juga diterapkan di berbagai wilayah operasional perusahaan guna memudahkan mobilitas pekerja secara kolektif.
Untuk aktivitas dalam kota, penggunaan kendaraan dinas secara bersama juga terus digalakkan demi menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Tak berhenti di situ, Pertamina juga mengintegrasikan gaya hidup sehat melalui program “Sehat Bugar dan Senang” (SEBUSE), yang mendorong aktivitas fisik seperti berjalan kaki hingga bersepeda ke tempat kerja.
“Berbagai program dikembangkan Pertamina sebagai budaya di internal pekerja, sehingga selain berdampak pada kebugaran tubuh, juga menghemat energi yang jauh hari sudah dilakukan,” jelas Baron.
Budaya hemat energi tersebut kemudian diperluas ke masyarakat melalui berbagai program sosial, salah satunya fasilitas Mudik Bersama dan Balik Bersama.
“Bareng-bareng Mudik menjadi program rutin Pertamina. Tahun ini, Pertamina juga menyediakan empat armada bus untuk balik ke Jakarta, sehingga Pertamina turut berkontribusi untuk penghematan energi,” ungkapnya.
Program arus balik tersebut dijadwalkan berlangsung serentak dari empat kota menuju Jakarta pada Sabtu (28/3/2026).
Di lingkungan kantor, efisiensi energi juga diterapkan secara disiplin, mulai dari kebiasaan mematikan perangkat listrik hingga optimalisasi pencahayaan alami lewat desain gedung.
Pemanfaatan energi terbarukan pun menjadi bagian dari strategi operasional, termasuk pemasangan panel surya di SPBU serta fasilitas perusahaan lainnya.
Di sisi pemberdayaan masyarakat, Pertamina mengembangkan program Desa Energi Berdikari yang kini telah menjangkau ratusan titik di Indonesia.
Selain itu, ekspansi jaringan gas rumah tangga terus dilakukan guna menyediakan energi yang lebih bersih dan efisien.
“Sejalan dengan upaya hemat energi untuk menjaga ketersediaan energi saat ini, Pertamina berupaya memulai dari lingkungan internal dan keluarga pekerja, yang diharapkan dapat membangun kesadaran bersama, untuk bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan. Gerakan hemat energi ini akan menjadi budaya yang akan memperkuat swasembada energi bangsa,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pertamina menegaskan perannya sebagai motor penggerak transisi energi, sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui penerapan prinsip keberlanjutan dan ESG di seluruh lini bisnisnya. (her)









