INDOPOSCO.ID – Langkah besar akhirnya tiba bagi penjaga gawang muda milik PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi. Namanya resmi tercantum dalam skuad akhir Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026, sebuah lompatan penting dalam perjalanan kariernya.
Masuknya Cahya ke dalam daftar kiper timnas menjadi kebanggaan tersendiri bagi Laskar Mataram. Terlebih, ia akan bersaing dan belajar langsung dari nama-nama besar seperti Emil Audero, Maarten Paes, dan Nadeo Argawinata.
Bagi Cahya, ini bukan sekadar pemanggilan biasa. Ini adalah buah dari proses panjang sejak ia meniti karier di kelompok usia tim nasional hingga akhirnya menembus level senior.
“Alhamdulillah sangat bangga atas pemanggilan pertama kali ke timnas senior. Persiapannya, saya melakukan beberapa kali pertemuan dengan pelatih performance pribadi saya untuk melihat lagi apa saja yang masih terus perlu diperbaiki,” kata Cahya dalam keterangan resmi klub, Kamis (26/3/2026).
Kiper kelahiran Karawang, 11 Februari 2003 ini datang dengan misi yang jelas: belajar sebanyak mungkin. Ia sadar betul bahwa berada di lingkungan timnas adalah kesempatan emas untuk berkembang.
“Targetnya ingin ambil ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin. Ini modal penting bagi saya untuk belajar dari ahlinya bersama para senior di timnas,” terangnya.
Tak berhenti di situ, Cahya juga telah menyiapkan target jangka panjang. Ia ingin pulang dari tugas negara dengan versi terbaik dirinya, baik untuk timnas maupun klub.
“Saya bertekad memperbaiki kekurangan selama berlatih di sana. Harapannya semoga bisa konsisten di timnas maupun klub,” tegasnya.
Dari sisi klub, dukungan penuh mengalir. Manajemen PSIM menyambut kabar ini dengan penuh kebanggaan. Manajer tim, Razzi Taruna, menilai pemanggilan ini sebagai kesempatan besar bagi sang pemain.
“Mewakili klub, tentu kami sangat senang mendengar Cahya masuk ke dalam skuad final timnas Indonesia. Harapan kami, pemanggilan ini menjadi momen bagi Cahya untuk banyak belajar dari para pemain senior di sana,” ujar Razzi.
Meski harus absen dari latihan klub selama pemusatan latihan timnas pada 23–31 Maret 2026, PSIM tidak melihatnya sebagai kendala. Justru sebaliknya, ini dianggap sebagai investasi penting bagi masa depan tim.
Di ajang FIFA Series 2026, Indonesia dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (27/3/2026) malam. Pertandingan ini menjadi kunci awal untuk membuka jalan menuju partai final yang akan digelar pada 30 Maret 2026.
Kini, semua mata tertuju pada Cahya Supriadi, kiper muda yang siap menjawab kepercayaan dengan kerja keras dan pembuktian di panggung internasional. (her)









