Sementara itu, lonjakan tertinggi arus mudik telah terlewati pada 18 Maret dengan jumlah mencapai lebih dari 200 ribu kendaraan.
“Puncak arus mudik adalah tanggal 18 (Maret), di mana puncak arus mudik sejumlah 270.000,” ucap Agus Suryonugroho.
Ia menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel di lapangan, termasuk yang bertugas di Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan Pos Terpadu.
Kondisi itu diharapkan dapat terus dipertahankan sehingga seluruh rangkaian mudik hingga arus balik dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Ini tentunya berkat kita semuanya untuk hadir di lapangan, Pospam, Pos Pengamanan, Pos Terpadu. Tentunya ini perlu kita semuanya untuk dipertahankan ke depan,” ucap Agus.
Meski demikian, manajemen rekayasa lalu lintas dinilai berjalan optimal melalui penerapan contraflow, one way sepenggal, hingga one way nasional.
“One way nasional atas petunjuk Bapak Kapolri dan Pak Asops, kami melaporkan bahwa Jumat (20/3) siang kami dengan Pak Dirjen juga, atas hasil evaluasi karena traffic-nya sudah landai, sehingga one way nasional arus mudik sudah kita laksanakan pembersihan (kemarin),” jelas mantan Wakapolda Jawa Tengah itu. (dan)












