INDOPOSCO.ID – Pemimpin Qatar atau Emir Qatar Tamim bin Hamad Al-Thani dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah melakukan pembicaraan mendesak via telepon guna membahas eskalasi regional, menyusul laporan serangan rudal terhadap fasilitas gas Ras Laffan, Qatar.
Iran melancarkan serangan rudal balistik yang menghantam Kota Industri Ras Laffan di Qatar pada Rabu (18/3/2026) malam, sebagai balasan atas gempuran AS-Israel ke fasilitas energi mereka. Serangan itu menargetkan infrastruktur energi utama, menyebabkan kebakaran dan kerusakan serius di pusat LNG terbesar di dunia tersebut.
Istana Amiri Diwan atau pusat pemerintahan dan kantor resmi Emir Qatar menyebutkan, bahwa para pemimpin tersebut menganggap serangan itu merupakan eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan serta merusak keamanan pasokan energi global.
Tamim bin Hamad Al-Thani menegaskan, serangan yang terus menerus terhadap fasilitas-fasilitas vital merupakan ancaman langsung bagi stabilitas regional dan internasional.
“Perlunya penghentian segera eskalasi konflik, serta menyerukan upaya diplomatik internasional untuk meredam ketegangan dan mencegah meluasnya krisis,” kata Tamim bin Hamad Al-Thani dilansir dari Al Jazeera, Kamis (19/3/2026).
Sementara itu, Macron mendorong penghentian segera atas eskalasi militer yang menargetkan infrastruktur sipil, terutama fasilitas energi dan air.
Pemimpin Prancis itu menekankan perlunya melindungi warga sipil, memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi, dan menjaga keamanan pasokan energi
Terjadi kebakaran besar yang mengakibatkan kerusakan luas pada infrastruktur akibat sebuah serangan. Pertahanan Sipil Qatar berhasil mengendalikan api, dan menurut pernyataan awal, tidak ada korban jiwa. Meskipun demikian, insiden ini memicu eskalasi serius di wilayah Teluk. (dan)













