INDOPOSCO.ID – Kepala Desa Babo, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Khairi Ramadhan mengemukakan sebagian warga penyintas bencana banjir di desa itu kini beralih profesi menjadi buruh kayu sisa banjir untuk memperoleh pendapatan rumah tangga.
“Banyak warga sekarang kerja belah kayu, angkat kayu, jadi buruh kayu gelondongan bekas banjir,” kata Khairi Ramadhan saat ditemui ANTARA di Desa Babo, Selasa (17/3/2026).
Dia menjelaskan bahwa warga yang beralih profesi sebagai buruh kayu sebelumnya bekerja di perkebunan sawit milik sendiri maupun perusahaan.
Namun, lahan-lahan sawit tempat mereka bekerja hancur diterjang banjir membuat mereka kehilangan pekerjaan.
Khairi menjelaskan bahwa para warga tidak hanya bekerja sebagai buruh kayu untuk kayu bekas banjir yang berada di desa setempat. Mereka juga bekerja mengangkat kayu-kayu dari desa lain yang diangkut melalui pelabuhan di Desa Babo.
“Kebetulan pelabuhan kami aktif jadi kayu-kayu gelondongan dari atas (desa-desa lain) dihanyutkan ke sini untuk bongkar muat dari sini,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa kayu-kayu bekas banjir biasanya dibelah sebelum dijual ke warga yang selanjutnya dimanfaatkan untuk pembangunan rumah, tempat usaha, dan lainnya.
Selain itu, kayu-kayu gelondongan biasanya disalurkan ke pabrik yang ada di Medan, Sumatera Utara. “Jadi sudah ada pembeli yang memesannya,” katanya.
Dia mengatakan bahwa keputusan warga untuk beralih profesi tersebut terpaksa dilakukan karena tidak ada lahan sawit yang digarap, sementara mereka harus memiliki sumber pendapatan untuk menuju kebutuhan rumah tangga.
Khairi menambahkan, saat ini warga Desa Babo sedang berjuang untuk menata kembali perekonomian yang lumpuh akibat bencana banjir yang terjadi pada 26 November 2025.
Selain bekerja sebagai buruh kayu, sebagian warga juga menjalankan usaha kecil menengah seperti menjual sembako, makanan termasuk berjualan takjil, dan lainnya.
“Memang masih banyak warga yang mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan mereka tetapi banyak juga yang mulai menghidupkan lagi usaha ekonomi mereka,” katanya. (ney)









