INDPOSCO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberlakukan rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan arus kendaraan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan pusat perbelanjaan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (17/3/2026), menyatakan rekayasa lalu lintas telah diterapkan per Minggu (15/3), namun sifatnya insidental dan situasional sembari melihat pada perkembangan arus lalu lintas yang menuju ke kawasan pusat perbelanjaan.
“Sesuai dengan prediksi kami, karena sejak beberapa hari lalu kepadatan sudah terlihat bukan karena arus mudik. Melainkan, karena aktivitas warga yang meningkat di pusat perbelanjaan sehingga diterapkan rekayasa,” katanya.
Beberapa ruas jalan yang terdapat area pusat perbelanjaan, seperti di Jalan Alun-Alun Merdeka Utara ke arah Jalan SW Pranoto dan Jalan Agus Salim.
Lokasi tersebut, katanya, sering kali menjadi tempat kepadatan arus lalu lintas karena adanya beberapa persimpangan dari arah Jalan Mgr Sugiyopranoto ke arah Jalan Merdeka Timur.
“Contohnya rekayasa di persimpangan (Jalan Merdeka Timur) depan Mal Ramayana, arus dari Jalan Majapahit dialihkan lurus melewati depan Gereja Kayutangan dan diarahkan ke Jalan Merdeka Utara,” ucapnya.
Pengalihan arus itu untuk meminimalkan potensi terjadinya kemacetan hingga ke kawasan Balai Kota Malang di Jalan Tugu.
Widjaja menyampaikan dari hasil pengawasan di lapangan yang berjalan secara berkala oleh petugas Dishub Kota Malang, maka disimpulkan bahwa kepadatan arus lalu lintas mayoritas terjadi pada sore sampai malam hari atau mulai pukul 16.00-19.00 WIB.
Kondisi tersebut juga disebabkan banyaknya masyarakat yang mengarah ke kawasan pusat kuliner di kawasan tersebut untuk berbuka puasa.
“Tapi kembali lagi ya bahwa rekayasa ini bersifat sementara dan kondisional hingga arus lalu lintas kembali landai,” ujar dia.
Selain itu, dia mengemukakan bahwa upaya serupa juga berpotensi diterapkan di beberapa ruas jalan utama penghubung antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang maupun Kota Malang dengan Kota Batu.
Skema rekayasa lalu lintas menjadi upaya Dishub setempat meminimalkan terjadinya kemacetan, lantaran posisi Kota Malang terletak tepat di tengah Kabupaten Malang dan Kota Batu.
“Kami juga bersiaga menghadapi anomali kepadatan karena libur Nyepi ini berpotensi mengalihkan wisatawan dengan tujuan Bali ke Malang Raya,” kata dia. (ney)








