INDOPOSCO.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor produk perikanan Indonesia sejak awal tahun hingga pertengahan Maret 2026 mencapai 983,1 juta dolar AS atau sekitar Rp16,7 triliun.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, mengatakan volume ekspor hingga 13 Maret mencapai 197.718 ton.
Nilai ekspor tersebut didasarkan pada penerbitan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang menjadi standar keamanan pangan bagi produk perikanan di 140 negara tujuan ekspor.
Sepuluh komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia meliputi udang vaname, tuna, cumi-cumi, rajungan, rumput laut, cakalang, kepiting, udang windu, ikan layur, dan gurita.
Adapun negara tujuan utama antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, Vietnam, Thailand, Malaysia, Australia, Arab Saudi, dan Singapura.
Geopolitik Tekan Volume Ekspor
Meski nilai ekspor tetap tinggi, KKP mencatat adanya penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Volume ekspor turun sekitar 41,35 persen, sementara nilai ekspor turun 21,71 persen.
Menurut Ishartini, penurunan tersebut dipicu oleh eskalasi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Ia menjelaskan, kendala utama terletak pada terganggunya rantai pasok internasional.
Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain perubahan rute pengiriman (shipment), kenaikan biaya logistik, keterbatasan kontainer, dan terbatasnya kapal induk (mother vessel). Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan harga produk di pasar.
Permintaan Masih Stabil, KKP Perkuat Pasar Domestik
Meski menghadapi tantangan, permintaan produk perikanan Indonesia dinilai masih relatif stabil.
Hal ini terlihat dari permohonan penerbitan SMKHP yang terus berjalan.
Untuk menjaga stabilitas perdagangan, KKP berupaya mendorong peningkatan penyerapan produk perikanan di pasar domestik.
Selain itu, komunikasi intensif juga dilakukan dengan negara mitra dan pelaku usaha untuk mengantisipasi dampak dinamika global.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap sektor perikanan tetap menjadi salah satu penopang penting perekonomian nasional di tengah tekanan global. (dam)










