INDOPOSCO.ID – Menjelang puncak arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi pemadaman listrik.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan pasokan energi primer pembangkit mulai dari batu bara, gas, hingga bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman dan mencukupi untuk menjaga keandalan listrik nasional sepanjang Ramadan hingga Lebaran.
Kepastian ini disampaikan dalam Kunjungan Siaga Kelistrikan Idul Fitri di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon, Provinsi Banten, Senin (16/3/2026), yang turut dihadiri Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo.
“Kondisi kelistrikan nasional aman, termasuk pasokan energi primer seperti batubara, gas, dan BBM. Seluruhnya telah kami cek dan dalam kondisi siap,” ujar Darmawan saat meninjau kesiapan sistem kelistrikan.
Ia menambahkan, PLN telah melakukan pemeliharaan menyeluruh terhadap pembangkit, gardu induk, hingga jaringan transmisi jauh hari sebelum Ramadan guna memastikan infrastruktur siap menghadapi lonjakan konsumsi listrik.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, PLN mengerahkan sekitar 72.053 personel serta menyiapkan lebih dari 3.700 posko siaga yang tersebar di seluruh Indonesia.
Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menjelaskan ketahanan energi primer pembangkit berada pada level memadai berkat pengelolaan rantai pasok terintegrasi.
Menurutnya, rata-rata hari operasi (HOP) batu bara nasional berada di kisaran 18 hari, dengan rincian sekitar 18 hari di sistem Jawa-Madura-Bali, 21 hari di Sumatera dan Kalimantan, serta 13 hari di wilayah Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.
“Secara umum stok batu bara masih berada di atas batas minimum yang dipersyaratkan untuk menjaga keandalan pembangkit selama masa siaga,” kata Rakhmad.
Selain batu bara, pasokan energi lain juga dipastikan cukup. Penyaluran gas pipa dinilai optimal, sementara cadangan BBM sebagai penyangga terakhir pembangkit rata-rata berada di kisaran 8 hari operasi.
PLN EPI juga mengandalkan fleksibilitas pasokan gas, termasuk kombinasi gas pipa dan gas alam cair (LNG), untuk mengantisipasi fluktuasi kebutuhan listrik selama periode mudik dan Lebaran.
Sebagai contoh, pasokan LNG dari Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Lampung untuk PLTGU Cilegon sementara dialihkan ke PLTGU Priok guna menggantikan suplai dari FSRU Jawa Barat yang tengah menjalani pemeliharaan.
“Fleksibilitas pasokan ini memungkinkan sistem kelistrikan tetap andal meskipun terjadi perubahan kebutuhan beban,” jelas Rakhmad.
Ke depan, PLN EPI akan terus memperkuat ketahanan energi primer melalui optimalisasi infrastruktur dan efisiensi pasokan, khususnya pada sektor gas.
“Dengan sistem pasokan yang lebih efisien, jaminan ketersediaan energi akan semakin kuat sekaligus menekan biaya energi,” pungkasnya.
Dengan kesiapan energi primer dan dukungan infrastruktur kelistrikan yang telah dipastikan, PLN optimistis masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman tanpa gangguan listrik berarti. (srv)









