• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Serangan terhadap Aktivis KontraS, Picu Kekhawatiran Pembungkaman Kritik

Dilianto - Editor Dilianto -
Selasa, 17 Maret 2026 - 02:20
in Nasional
kekerasan

Ilustrasi kekerasan. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Serangan penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia Andrie Yunus menuai kecaman dari berbagai pihak. Insiden yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) itu dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan sipil dan ruang demokrasi di Indonesia.

Peneliti Hak Asasi Manusia (HAM) dan Sektor Keamanan, Setara Institute Ikhsan Yosarie mengutuk keras serangan tersebut. Ia menilai tindakan kekerasan terhadap pembela hak asasi manusia tidak dapat ditoleransi dalam negara yang menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan HAM.

BacaJuga:

Dituding Intervensi Kasus Viral, Komisi III DPR Buka Suara: “Kami Hanya Awasi, Bukan Penegak Hukum”

Soroti Usulan JK, Fraksi Gerindra Ingatkan Risiko Daya Beli Anjlok Jika Harga BBM Naik

Alumni UNS, dari Menteri sampai Profesional, Kumpul Bangun Jejaring dan Kolaborasi

Menurut dia, serangan terhadap Andrie Yunus bukan hanya menyasar individu, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan para pembela HAM yang selama ini menjalankan fungsi pengawasan terhadap kekuasaan serta mengadvokasi pelanggaran hak konstitusional warga.

Ia mengingatkan bahwa peristiwa ini dapat memicu efek ketakutan luas atau chilling effect yang berpotensi membungkam kritik publik. Jika tidak ditangani secara tegas dan transparan, kasus ini dikhawatirkan menjadi preseden buruk bagi kebebasan sipil.

“Kami menilai insiden ini seharusnya menjadi alarm bagi negara untuk memperkuat perlindungan terhadap para pembela HAM,” kata Ikhsan melalui gawai, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, kerja advokasi yang dilakukan aktivis HAM merupakan bagian penting dalam menjaga prinsip keadilan, demokrasi, dan perlindungan hak warga negara.

“Perlindungan terhadap pembela HAM merupakan bagian integral dari perlindungan demokrasi itu sendiri,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menilai ketidakmampuan negara menjamin keamanan para pembela HAM bukan sekadar persoalan keselamatan individu, tetapi juga berpotensi merusak ruang demokrasi jika dibiarkan terjadi.

“Kami mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera melakukan penyelidikan secara cepat, independen, dan transparan. Hal ini untuk mengungkap seluruh pelaku serta kemungkinan aktor intelektual di balik serangan tersebut,” tegasnya.

Selain itu, masih ujar Ikhsan, pihaknya juga meminta aparat penegak hukum menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara terbuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas.

“Kami juga menyerukan solidaritas luas dari masyarakat sipil, kalangan akademisi, dan media untuk mengawal proses penegakan hukum. Agar kasus ini dapat diusut tuntas serta memastikan ruang kebebasan sipil di Indonesia tetap terjaga,” ujarnya. (nas)

Tags: Andrie YunusKasus Air Keras AktivisKontraSSETARA

Berita Terkait.

Dituding Intervensi Kasus Viral, Komisi III DPR Buka Suara: “Kami Hanya Awasi, Bukan Penegak Hukum”
Nasional

Dituding Intervensi Kasus Viral, Komisi III DPR Buka Suara: “Kami Hanya Awasi, Bukan Penegak Hukum”

Minggu, 12 April 2026 - 23:54
Soroti Usulan JK,  Fraksi Gerindra Ingatkan Risiko Daya Beli Anjlok Jika Harga BBM Naik
Nasional

Soroti Usulan JK, Fraksi Gerindra Ingatkan Risiko Daya Beli Anjlok Jika Harga BBM Naik

Minggu, 12 April 2026 - 22:09
Alumni UNS, dari Menteri sampai Profesional, Kumpul Bangun Jejaring dan Kolaborasi
Nasional

Alumni UNS, dari Menteri sampai Profesional, Kumpul Bangun Jejaring dan Kolaborasi

Minggu, 12 April 2026 - 21:13
Lolos TEEP, 3 Mahasiswa Atma Jaya Perluas Jejak Akademik ke Taiwan
Nasional

Lolos TEEP, 3 Mahasiswa Atma Jaya Perluas Jejak Akademik ke Taiwan

Minggu, 12 April 2026 - 19:21
BPJS Watch: 12 April Jadi Momentum Evaluasi Program MBG dan Perlindungan Anak
Nasional

BPJS Watch: 12 April Jadi Momentum Evaluasi Program MBG dan Perlindungan Anak

Minggu, 12 April 2026 - 18:36
Ni-Luh-Puspa
Nasional

Wamenpar: Saka Yoga Festival Momentum Perkuat Pariwisata Berbasis Wellness

Minggu, 12 April 2026 - 16:29

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2416 shares
    Share 966 Tweet 604
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    826 shares
    Share 330 Tweet 207
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    787 shares
    Share 315 Tweet 197
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    766 shares
    Share 306 Tweet 192
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.