INDOPOSCO.ID – Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi perusahaan yang ingin bertahan dan unggul. Menyadari hal itu, PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat fondasi digitalnya melalui forum berbagi pengetahuan internal bertajuk Quality Talks – Professional & Innovative Experiences (QT-PIE) episode ke-9, yang untuk pertama kalinya digelar secara offline.
Program yang diinisiasi Tim Quality Management dari Fungsi Human Capital (HC) ini menjadi ruang strategis bagi para Perwira PDC untuk bertukar wawasan, pengalaman, serta solusi atas berbagai tantangan operasional dan bisnis perusahaan.
Tamara dari Tim Quality Management menjelaskan, QT-PIE hadir untuk menumbuhkan budaya belajar berkelanjutan sekaligus mendorong kolaborasi lintas fungsi.
“Melalui QT-PIE, Perwira dapat menyampaikan Lesson Learned, Success Story, Problem Solving, dan Troubleshooting yang pernah mereka alami. Hal ini diharapkan menjadi pembelajaran serta inspirasi bagi Perwira lain di seluruh lingkungan perusahaan,” ujarnya.
Berbeda dari edisi sebelumnya yang rutin dilaksanakan secara daring setiap bulan, QT-PIE #9 menghadirkan Tim Information & Communication Technology (ICT) dengan tema “IT as an Enabler”. Tema ini menegaskan peran strategis teknologi informasi sebagai penggerak utama transformasi bisnis, bukan sekadar fungsi pendukung.
Program yang biasanya rutin diselenggarakan secara online setiap bulannya, dan pada episode ke-9 yang tayang di Jumat (6/3/2026) untuk pertama kalinya diadakan secara offline di Townhall PDC Tower. QT-PIE episode ke-9 menghadirkan tim ICT dengan tema menarik, yaitu “IT as an Enabler”.
Tim ICT menekankan perannya kini melampaui pengelolaan teknologi dan digitalisasi. ICT diposisikan sebagai mitra strategis yang menyediakan solusi, mendukung arah perusahaan, sekaligus menjadi akselerator peningkatan kinerja bisnis secara berkelanjutan.
Business Analyst IT sekaligus narasumber, Imron Wignyowiyoto, mengatakan sejak 2025 hingga akhir 2026, PDC tengah menjalankan program transformasi sistem dan data secara bertahap dan terstruktur.
“Program ini menjadi bagian penting dari upaya perusahaan dalam memperkuat fondasi digital sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan sistem,” jelasnya.
Dalam proses tersebut, seluruh data dan aplikasi perusahaan akan distandarisasi melalui satu framework terpadu serta satu basis data utama Single Source of Truth (SSOT). Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mulai dari kemudahan perpindahan antar aplikasi, pengurangan rekapitulasi manual, hingga penyajian laporan yang lebih akurat dan terintegrasi.
Dengan data yang konsisten dan terpusat, proses pengambilan keputusan juga diharapkan menjadi lebih cepat dan berbasis informasi yang dapat diandalkan.
Lebih jauh, transformasi ini tidak hanya berdampak pada teknologi, tetapi juga pada kinerja organisasi secara keseluruhan. Standarisasi sistem diharapkan mendorong proses kerja yang lebih efektif, kolaboratif, dan berbasis data di seluruh lini perusahaan.
Ke depan, peran IT di PDC diproyeksikan semakin strategis sebagai unit bisnis yang mengelola fondasi digital perusahaan. IT tidak lagi hanya menangani gangguan teknis, tetapi juga menentukan arsitektur aplikasi, mengelola database, menjaga kualitas data, serta mendukung implementasi strategi bisnis berbasis informasi.
Namun, keberhasilan transformasi ini membutuhkan keterlibatan seluruh unit kerja. Implementasi SSOT dan standarisasi framework hanya dapat berjalan optimal dengan disiplin pengelolaan data serta dukungan penuh manajemen.
“Transformasi ini juga memerlukan dukungan aktif dari rekan-rekan Perwira untuk mematuhi standar yang telah ditetapkan dan disiplin dalam pengelolaan data, serta dukungan penuh dari manajemen dalam hal tata kelola,” tegas Imron.
Di akhir kegiatan, Tim ICT juga menyoroti pentingnya keamanan informasi. Ancaman siber tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada faktor manusia dan proses. Karena itu, seluruh Perwira PDC diimbau untuk lebih waspada dalam penggunaan email, pengelolaan kata sandi, serta perlindungan data perusahaan.
Forum QT-PIE #9 pun menjadi bukti bahwa transformasi digital bukan sekadar proyek teknologi, melainkan perubahan budaya kerja yang melibatkan seluruh insan perusahaan. (srv)









