• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Sering Turun Tangan Sendiri, Prabowo Diingatkan Bahaya “One Man Show”

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 15 Maret 2026 - 20:00
in Headline
Prabowo

Presiden Prabowo menyampaikan sambutan dalam peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan pada Ramadan 1447 H/2026 M di Istana Negara, Selasa (10/3/2026). Foto: Dokumen Setkab

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peringatan Presiden Prabowo Subianto kepada jajarannya agar tidak menyampaikan laporan yang direkayasa atau dimanipulasi justru memunculkan kekhawatiran baru dari kalangan pengamat politik.

Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai pernyataan tersebut menjadi sinyal adanya persoalan serius di dalam lingkaran pemerintahan sendiri.

BacaJuga:

Pemerintah Siapkan SE Menteri Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Pascalebaran

1,9 Juta Pemudik Tiba di Jakarta, Sisa 1,4 Juta Orang Masih di Perjalanan

Menlu Jerman Dukung Inisiatif Diplomasi Trump untuk Akhiri Konflik dengan Iran

Menurutnya, peringatan itu menunjukkan kemungkinan adanya praktik manipulasi informasi dari bawahan yang lebih berorientasi pada pencitraan keberhasilan daripada penyelesaian masalah nyata di masyarakat.

“Presiden sendiri sudah memperingatkan soal laporan akal-akalan ini, tapi kenyataannya peringatan itu justru membuktikan bahwa pembusukan sudah merajalela di lingkaran dalam. Para bawahan seharusnya membantu presiden, bukan malah membebani dengan data palsu yang akhirnya membuat presiden harus membersihkan sendiri,” ujar Hensa -sapaan Hendri Satrio- melalui gawai, Minggu (15/3/2026).

Ia menilai situasi tersebut membuat Presiden Prabowo kerap turun langsung menjelaskan berbagai isu yang sebenarnya bisa ditangani oleh pejabat terkait.

Dalam pandangannya, kondisi ini menandakan adanya persoalan serius dalam pola komunikasi pemerintahan.

“Menurutnya, segala permasalahan selalu berujung pada sosok Prabowo, sehingga muncul fenomena pembusukan karakter presiden dari dalam,” jelas Hensa

Hensa mengaku heran melihat hampir setiap polemik publik pada akhirnya harus dijelaskan langsung oleh kepala negara.

“Saya heran, kenapa harus selalu Prabowo yang pasang badan, menjelaskan ini, menjelaskan itu. Semuanya balik lagi ke dia, ini semacam pembusukan memang,” ungkapnya.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu mencontohkan polemik yang muncul dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan mendapat penolakan dari sejumlah sekolah.

Dalam kasus tersebut, lanjut Hensa, publik justru melihat Presiden yang aktif memberikan klarifikasi. Padahal, semestinya pejabat di kementerian terkait yang berada di garis depan menjelaskan program tersebut kepada masyarakat.

“Ini semacam pembusukan yang dilakukan oleh orang-orang Prabowo sendiri, sampai akhirnya apa pun yang terjadi, Prabowo yang disalahkan,” ujarnya.

Hensa menilai situasi ini berpotensi menimbulkan persepsi bahwa presiden bekerja sendirian tanpa dukungan efektif dari timnya.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya pengaturan strategi komunikasi politik di level pemerintahan.

Menurutnya, presiden perlu lebih berhati-hati dalam mengelola kemunculan publik serta pesan yang disampaikan.

“Kita jadi lupa bahwa orang lain yang seharusnya mengurus permasalahan seperti MBG itu, dan kemunculan Prabowo ini menurut saya akan membuat pembusukan karakternya makin besar karena lama-lama orang nggak percaya lagi, terus-terusan dia yang ngomong dan orang akan beranggapan bahwa ini Presiden bekerja sendirian,” paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi seperti ini dapat dimanfaatkan oleh lawan politik. Jika Presiden terlalu sering muncul untuk merespons setiap polemik, beban politik justru akan semakin terkonsentrasi pada dirinya.

“Meski Presiden memang pekerjaan ‘one man show’, tapi kalau dia semuanya turun tangan sendiri ini membuat semua beban ditumpuk di pundaknya,” tutur Hensa.

Lebih jauh, ia menilai yang terjadi bukan sekadar persoalan komunikasi biasa. Hensa menyebutnya sebagai potensi pembusukan citra presiden jika pola tersebut terus berlanjut.

“Dan jangan lupa, setiap kali Presiden turun tangan, itu bahaya karena ada sisi negatifnya yaitu bisa dimanfaatkan lawan politik. Ingat, semakin sering bicara, semakin besar peluang salah, dan ini harus diminimalisir,” katanya.

Ia menambahkan, dalam era media digital seperti sekarang, setiap pernyataan pejabat publik sangat mudah dipotong dan disebarkan ulang dengan konteks yang berbeda.

“Nah, di era sekarang, ketika salah kan video-video itu jadi gampang dipotong, dijahit, clipper, ditambah konteks yang tidak seharusnya. Jadi mesti dipahami juga dampak-dampak tersebut,” tambahnya. (her)

Tags: Hendri SatrioHensaKedaiKOPIPresiden Prabowo

Berita Terkait.

Belajar
Headline

Pemerintah Siapkan SE Menteri Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Pascalebaran

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:00
1,9 Juta Pemudik Tiba di Jakarta, Sisa 1,4 Juta Orang Masih di Perjalanan
Headline

1,9 Juta Pemudik Tiba di Jakarta, Sisa 1,4 Juta Orang Masih di Perjalanan

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:57
Menlu Jerman Dukung Inisiatif Diplomasi Trump untuk Akhiri Konflik dengan Iran
Headline

Menlu Jerman Dukung Inisiatif Diplomasi Trump untuk Akhiri Konflik dengan Iran

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:45
Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Jabatan Kabais Letjen Yudi Abrimantyo Dicopot
Headline

Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Jabatan Kabais Letjen Yudi Abrimantyo Dicopot

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:24
Kakorlantas Sebut Mudik 2026 Nihil Insiden Menonjol di Tengah Laka Maut Tol Pejagan
Headline

Kapolri: Arus Balik Lebaran 2026 Terkendali, Puncak Kedua Diprediksi 28–29 Maret

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:14
Arus Balik Melandai, Korlantas Hentikan One Way Nasional KM 414 hingga KM 263
Headline

Arus Balik Melandai, Korlantas Hentikan One Way Nasional KM 414 hingga KM 263

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:04

BERITA POPULER

  • DPRD DKI Ingatkan Pendatang Baru: Jangan ke Jakarta Hanya Modal Nekat

    Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2676 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    718 shares
    Share 287 Tweet 180
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.