INDOPOSCO.ID – Ruas Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi atau Tol Prosiwangi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mulai dibuka dan dioperasikan secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kasat Lantas Polres Situbondo, Nanang Hendra Irawan, mengatakan ruas Tol Prosiwangi Situbondo Barat mulai difungsikan pada 14 hingga 29 Maret 2026 atau selama 16 hari.
“Selama dibuka secara fungsional, penggunaan tol ini gratis sampai pintu keluar tol Paiton, Probolinggo, atau sejauh sekitar 46 kilometer. Selebihnya pengguna jalan tol harus membayar sesuai tarif yang telah ditentukan,” katanya di Situbondo, Sabtu (14/3/2026).
Puncak Mudik Diprediksi 18 Maret
Nanang menyebutkan kepadatan kendaraan diperkirakan terjadi di pintu keluar Tol Situbondo Barat saat puncak arus mudik Lebaran.
Puncak arus mudik diprediksi berlangsung pada Rabu, 18 Maret 2026, menjelang cuti Lebaran yang dimulai pada 19 hingga 24 Maret 2026.
“ASN terakhir masuk kantor pada Selasa (17/3/2026). Setelah itu diprediksi volume kendaraan akan meningkat,” ujarnya.
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas.
Salah satunya dengan melakukan penyekatan kendaraan di pintu keluar Tol Situbondo Barat.
Jika terjadi kepadatan, kendaraan akan dialihkan keluar melalui pintu tol Paiton, Probolinggo, yang merupakan akses tol terdekat dari wilayah Situbondo.
Selain itu, arus kendaraan di jalur arteri juga akan dialihkan melalui Desa Buduan, Kecamatan Suboh, menuju jalur Arak-Arak Bondowoso dengan koordinasi bersama Polres Bondowoso.
Persimpangan Dekat Pintu Tol Berpotensi Macet
Menurut Nanang, salah satu faktor yang berpotensi menimbulkan kepadatan adalah lokasi pintu keluar Tol Situbondo Barat yang berada cukup dekat dengan persimpangan jalan utama.
Jarak pintu tol tersebut hanya sekitar 800 meter dari simpang tiga Suboh, yang menjadi pertemuan antara jalur tol dan jalur arteri Pantura.
Selain itu, hingga saat ini lampu lalu lintas di persimpangan tersebut belum tersedia.
Karena itu pengaturan arus kendaraan masih dilakukan secara manual oleh petugas Satlantas bersama personel Patroli Jalan Raya.
Dengan dibukanya ruas tol secara fungsional ini, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 menuju wilayah Banyuwangi maupun Bali dapat berlangsung lebih lancar. (dam)





















