INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah badai gejolak geopolitik global. Keyakinan itu didasari oleh ketahanan stok pangan nasional yang terjaga sebagai kebutuhan pokok paling mendasar bagi masyarakat.
“Saya kira ini juga sesuatu yang bisa kita yakini sebagai suatu fondasi yang kuat. Apa pun terjadi, pangan kita aman,” kata Prabowo di Jakarta, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Kokohnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada awal tahun 2026 itu berkat agresifnya penyerapan setara beras yang bersumber dari produksi petani dalam negeri. Realisasinya dari Januari hingga pertengahan Maret ini sudah mendekati 1 juta ton dari total target setahun yang dipatok 4 juta ton.
Menurutnya, gejolak yang terjadi di berbagai belahan dunia tidak dapat diabaikan karena memiliki efek domino yang mampu memengaruhi stabilitas harga BBM (Bahan Bakar Minyak) di dalam negeri.
“Kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM,” ujar Prabowo.
Ia juga menyoroti adanya keterkaitan antara fluktuasi harga BBM dengan stabilitas harga pangan di masyarakat. Kendati demikian, ketersediaan stok pangan Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi dampak tersebut.
“Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan. Namun kita alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar,” jelas mantan Menteri Pertahanan itu.
Oleh karena itu, ia menginstruksikan agar program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat berjalan dengan baik.
“Yakinkan bahwa tambahan bantuan pangan untuk 30 juta keluarga penerima manfaat desil 1, 2, 3, dan 4 berjalan dengan baik,” imbuh Prabowo. (dan)









