INDOPOSCO.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengecam keras aksi penyiraman cairan kimia berbahaya yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (13/3/2026) kemarin di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
Ketua DPP PKS Bidang Advokasi, Nurul Amalia, menyatakan partainya sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Menurutnya, serangan dengan cairan kimia yang dialami Andrie Yunus mengakibatkan luka bakar serius di sekitar 24 persen bagian tubuh korban, termasuk wajah, dada, mata kanan, serta kedua tangan.
“Peristiwa ini merupakan tindakan kekerasan yang tidak bisa dibenarkan dalam negara hukum dan demokrasi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta penghormatan terhadap hak asasi manusia,” ujar Nurul dalam keterangan, Sabtu (14/3/2026).
Ia menilai serangan terhadap aktivis HAM tersebut diduga bukan sekadar kekerasan biasa. Menurutnya, ada kemungkinan tindakan itu dilakukan secara terencana dan melibatkan pihak tertentu sehingga berpotensi mengancam keselamatan korban.
Nurul menambahkan, penyerangan terhadap Andrie Yunus tidak hanya berdampak pada korban secara pribadi, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan para pembela HAM dan ruang kebebasan sipil di Indonesia.
PKS, kata dia, mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera mengusut kasus tersebut secara menyeluruh. Aparat diminta melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional, transparan, serta akuntabel hingga pelaku maupun pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik kejadian itu dapat diungkap dan diproses hukum.
Selain itu, PKS juga meminta negara memastikan perlindungan bagi Andrie Yunus serta para aktivis dan pembela HAM yang menjalankan fungsi kontrol sosial dalam sistem demokrasi.
Menurut Nurul, jaminan keamanan bagi kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus ditegakkan sebagaimana diatur dalam konstitusi dan berbagai instrumen hak asasi manusia di Indonesia.
Ia juga menyampaikan doa serta solidaritas kepada Andrie Yunus dan keluarganya agar korban segera pulih.
“Teror terhadap aktivis pembela HAM adalah preseden buruk bagi keselamatan masyarakat sipil. Jika tidak ditangani serius, akan muncul kesan bahwa tidak ada ruang aman bagi pihak yang menyuarakan kritik dan memperjuangkan keadilan,” kata Nurul. (nas)









