INDOPOSCO.ID – Pakar Psikologi anak, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, menekankan pentingnya peran orang tua sebagai teladan dalam mengurangi penggunaan gawai di lingkungan keluarga. Tanpa contoh nyata dari orang tua, upaya membatasi akses anak terhadap perangkat digital dinilai sulit berjalan efektif.
Saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/3/2026), Rose Mini menjelaskan bahwa anak cenderung belajar dari perilaku yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, jika orang tua meminta anak mengurangi penggunaan ponsel namun tetap sering menggunakan gawai di rumah, anak akan menerima pesan yang saling bertentangan.
“Orang tua adalah contoh bagi anak. Jangan minta anak tidak banyak menggunakan gadget kalau orang tuanya sendiri tidak bisa lepas dari handphone,” ujarnya, sebagiamana dilansir dari ANTARA.
Ia menambahkan, kebiasaan orang tua yang terus menggunakan ponsel saat berada di rumah, termasuk ketika sedang bersama keluarga, dapat membuat anak merasa tidak memiliki ruang untuk berinteraksi atau berbicara dengan orang tua.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat mendorong anak kembali tenggelam dalam dunia digital melalui gawai karena merasa kesulitan membangun komunikasi dengan keluarga.
Rose Mini juga menilai penerapan aturan pembatasan akses anak terhadap platform digital seperti media sosial dan gim membutuhkan dukungan penuh dari orang tua. Orang tua perlu mengontrol diri sekaligus menghadirkan alternatif kegiatan yang menarik agar anak dapat menyesuaikan diri dengan pembatasan tersebut.
Ia mengingatkan bahwa pembatasan akses terhadap perangkat elektronik bisa menimbulkan kebingungan bahkan perlawanan dari anak apabila tidak disertai dengan pilihan aktivitas lain.
Untuk itu, orang tua disarankan aktif mengajak anak melakukan kegiatan bersama, seperti berolahraga, bermain, atau mengerjakan proyek sederhana di rumah. Aktivitas tersebut tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan pada gawai, tetapi juga memperkuat komunikasi dalam keluarga.
“Regulasi itu membantu orang tua. Tapi yang membimbing tetap orang tua. Mereka harus kreatif dan konsisten,” kata Rose.
Menurut dia, keterlibatan aktif orang tua sangat penting untuk mencegah anak menggunakan gawai secara berlebihan yang berpotensi berdampak buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental anak. (dil)










