INDOPOSCO.ID – Pemerintah bergerak cepat merespons kenaikan harga daging sapi karkas yang sempat dipatok hingga Rp110.000 per kilogram (kg) oleh salah satu distributor. Setelah dilakukan penanganan, distributor yang menjadi mitra Rumah Potong Hewan (RPH) Sinar Mulya Tengki itu kini telah menyesuaikan kembali harga jualnya.
Harga daging sapi karkas dari distributor tersebut dipastikan kembali turun dan ditetapkan maksimal Rp107.000 per kg hingga perayaan Idulfitri mendatang.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi praktik kenaikan harga yang tidak sesuai ketentuan, terlebih pada periode Ramadan hingga Idulfitri ketika permintaan masyarakat meningkat.
Menurutnya, stabilitas harga pangan, khususnya daging sapi yang menjadi salah satu komoditas utama saat Lebaran, harus dijaga agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Kita pahami sesuai arahan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman bahwa harga daging sapi harus dijaga untuk masyarakat,” kata Ketut dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
“Pemerintah telah menetapkan harga mulai dari feedloter, RPH sampai pengecer. Tentu jika ada yang melanggar, pemerintah pasti melakukan tindakan yang tegas dan terukur,” lanjutnya.
Selain memperketat pengawasan harga di setiap mata rantai distribusi, pemerintah juga memperkuat langkah stabilisasi melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pangan.
Ketut mengatakan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari telah menyatakan komitmennya untuk memperluas operasi pasar daging sapi selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
“Kami juga sudah sepaham dengan PPI dan Berdikari untuk melaksanakan operasi pasar daging sapi sampai Idulfitri mendatang. Stok daging sapi dan kerbau dapat diakses masyarakat dengan harga lebih terjangkau,” jelas Ketut.
“Jadi tak hanya memastikan kesesuaian harga jual di pasaran saja, pemerintah juga bersama BUMN menggencarkan akses pangan murah,” sambungnya.
Berdasarkan pemantauan Bapanas, harga daging sapi secara nasional selama Ramadan masih relatif terkendali. Sebelum Ramadan dimulai, harga sempat mencapai Rp143.048 per kilogram pada 15 Februari.
Namun pada 11 Maret, harga tersebut mulai menunjukkan tren penurunan sebesar 1,64 persen menjadi Rp140.698 per kilogram.
Tren positif ini juga tercermin dari data Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Pada pekan pertama Maret 2026, jumlah daerah yang mengalami penurunan IPH daging sapi meningkat signifikan menjadi 48 kabupaten/kota.
“Torehan tersebut merupakan jumlah daerah dengan penurunan IPH daging sapi paling besar dalam sebulan terakhir. Ini karena pada pekan kedua sampai keempat Februari masing-masing hanya sebanyak 25, 22, dan 19 kabupaten/kota saja,” tambahnya.
Memasuki Maret, kebutuhan konsumsi daging sapi dan kerbau nasional diperkirakan mencapai sekitar 65,8 ribu ton. Pemerintah memastikan pasokan masih dalam kondisi aman untuk memenuhi permintaan masyarakat.
Hingga akhir Maret, proyeksi ketersediaan daging sapi dan kerbau secara nasional diperkirakan mencapai 226 ribu ton. Dengan jumlah tersebut, pemerintah menilai stok masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri. (her)









