• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Formasi Berharap Budaya Keamanan Siber Jadi Gerakan Nasional

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 8 Maret 2026 - 02:48
in Nasional
https://img.antaranews.com/cache/800x533/2026/03/07/InShot_20260307_210329832.jpg

https://img.antaranews.com/cache/800x533/2026/03/07/InShot_20260307_210329832.jpg

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Forum Kemandirian Siber Indonesia (Formasi) berharap terbentuknya budaya keamanan siber sebagai gerakan nasional yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas serta masyarakat.

Pendiri sekaligus Koordinator Formasi, Gildas Deograt pada acara Hari Kebudayaan Keamanan Indonesia (HKKI) 2026 di Jakarta, Sabtu, mengatakan, perkembangan teknologi telah membuat dunia nyata dan dunia digital semakin tidak terpisahkan.

BacaJuga:

KAI Upayakan Percepatan Evakuasi KA Bangunkarta di Bumiayu

RDP Komisi III DPR RI, Legislator Ini Ungkap Pelanggaran Etik di Tubuh Polri

Tahan Banting! PTBA Catat Lonjakan Produksi di Tengah Tekanan Global

“Keamanan siber tidak bisa lagi dianggap hanya sebagai persoalan teknis. Ini sudah menjadi isu strategis yang berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi, bisnis, hingga kedaulatan negara,” kata Gildas.

Menurut Gildas, kondisi tersebut membuat ancaman di ruang siber tidak lagi berdampak terbatas pada sistem teknologi, tetapi juga dapat mempengaruhi kehidupan nyata.

“Sehingga pentingnya upaya keamanan siber sebagai gerakan nasional untuk memperkuat ketahanan digital Indonesia di tengah meningkatnya ancaman siber global,” katanya.

Formasi mengingatkan pentingnya kedaulatan siber Indonesia di tengah meningkatnya konflik geopolitik global dalam sebuah peringatan di Jakarta.

Forum ini juga mengingatkan keamanan digital kini menjadi bagian penting dari kedaulatan negara, sekaligus mengusulkan agar tanggal 7 Maret secara resmi diperingati sebagai HKKI.

Selain itu, Gildas menyebutkan, peringatan HKKI ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kesadaran dan kemandirian dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang digital.

Dalam konteks geopolitik global, ruang siber bahkan telah menjadi salah satu instrumen yang digunakan dalam persaingan antarnegara.

Lalu, keamanan pada setiap rantai pasok produk dan layanan digital menjadi faktor penting bagi keberlangsungan bisnis maupun ketahanan negara.

Gildas menegaskan, keamanan informasi digital, kemandirian teknologi, serta kedaulatan siber merupakan tanggung jawab bersama, terutama bagi para pemimpin organisasi di sektor publik maupun swasta.

Gildas menjelaskan, HKKI pertama kali dideklarasikan pada 7 Maret 2007 oleh Komunitas Keamanan Informasi (KKI) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan sejumlah komunitas teknologi informasi.

Sejak saat itu, berbagai kegiatan seperti kampanye publik, diskusi, hingga forum edukasi digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan informasi di era digital.

Indonesia juga telah membangun sejumlah institusi yang berperan dalam menjaga keamanan siber nasional, seperti “Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure” (Id-SIRTII), Direktorat Tindak Pidana Siber Polri, Pusat Pertahanan Siber Kementerian Pertahanan, satuan siber TNI hingga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Selain itu, pemerintah juga memperkuat kerangka regulasi melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Namun demikian, peningkatan kesadaran masyarakat dinilai masih perlu terus diperkuat agar diikuti dengan perilaku aman dalam penggunaan teknologi digital sehari-hari.

Sementara itu, Rektor Universitas Pradita, Eko Indrajit menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam membangun budaya keamanan siber di Indonesia.

“Integrasi antara kebijakan nasional dengan tata kelola keamanan tingkat tinggi dapat membentuk pola pikir dan perilaku yang aman,” kata Eko.

Menurut dia, integrasi antara kebijakan nasional dengan tata kelola keamanan digital yang baik akan membantu membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat yang lebih sadar terhadap risiko di ruang siber.

“Dengan begitu, keamanan digital tidak lagi dipandang sebagai hambatan, melainkan menjadi bagian dari kenyamanan dalam kehidupan digital masyarakat,” ujar Eko. (bro) 

 

Tags: Gildas DeogratKemandirian Siber IndonesiaKemandirian Siber Indonesia Forum

Berita Terkait.

kai
Nasional

KAI Upayakan Percepatan Evakuasi KA Bangunkarta di Bumiayu

Senin, 6 April 2026 - 22:52
baksar
Nasional

RDP Komisi III DPR RI, Legislator Ini Ungkap Pelanggaran Etik di Tubuh Polri

Senin, 6 April 2026 - 21:11
ptba
Nasional

Tahan Banting! PTBA Catat Lonjakan Produksi di Tengah Tekanan Global

Senin, 6 April 2026 - 20:02
mentrans
Nasional

Menteri Transmigrasi Tekankan Kepemimpinan dan Kewaspadaan dalam Misi Perdamaian Dunia di Lebanon

Senin, 6 April 2026 - 19:09
Ban
Nasional

Setelah Mudik, Bridgestone Ingatkan Pengendara untuk Cek Kondisi Ban

Senin, 6 April 2026 - 17:18
Rapat-Menbud
Nasional

Ratusan Bahasa Terancam Punah, DPD RI: Pembahasan RUU Bahasa Daerah harus Dipercepat

Senin, 6 April 2026 - 15:06

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1031 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1093 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    719 shares
    Share 288 Tweet 180
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.