INDOPOSCO.ID – Dalam upaya memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga, Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero), belum lama ini, melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Blok Cepu, salah satu wilayah hulu migas paling strategis di Indonesia. Kunjungan ini menegaskan komitmen Pertamina untuk menjaga kontinuitas produksi gas, penerapan standar HSSE dan ESG tertinggi, serta tata kelola operasional yang disiplin.
Rombongan pertama mengunjungi Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) yang dioperasikan oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, kemudian melanjutkan ke Lapangan Minyak Banyu Urip milik ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Bojonegoro, Jawa Timur. Kedua lapangan ini menjadi tulang punggung pasokan energi, terutama bagi Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Komisaris Independen Pertamina, Chondro Kirono, mengapresiasi kinerja Lapangan Gas JTB yang kini memasok hingga 192 MMSCFD, setelah selesainya perbaikan fasilitas melalui planned shutdown.
“JTB telah berkontribusi besar bagi ketahanan energi nasional, mendukung listrik, industri, dan pupuk, sekaligus mengurangi ketergantungan impor energi,” ujarnya.
Chondro menekankan MWT ini penting untuk memverifikasi disiplin operasional dan memastikan setiap entitas Pertamina beroperasi dengan standar terbaik.
Direktur Utama PEPC, Ruby Mulyawan, menambahkan pihaknya tengah menyiapkan strategi pengembangan JTB untuk memaksimalkan potensi Blok Cepu, demi mendukung ketahanan energi jangka panjang Indonesia. PEPC Zona 12 juga mencatat lebih dari 70 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan yang hilang waktu, dengan produksi gas ramah lingkungan zero waste mencapai sekitar 60 MMSCFD per sumur.
“Kami tengah menyiapkan strategi untuk kemajuan JTB, memakaimalkan potensi sumber daya di Blok Cepu demi mendukung ketahanan energi jangka panjang Indonesia,” ujarnya.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan praktik terbaik (best practices) di bidang HSSE dan ESG yang diterapkan PEPC dan EMCL, menunjukkan Pertamina terus meningkatkan kinerja operasionalnya sebagai National Oil Company (NOC) dalam memenuhi kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan.
Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina merupakan pengelola hulu migas yang secara geografi tersebar di Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua yang terdiri dari asset offshore dan onshore. (srv)









