INDOPOSCO.ID – Tekanan biaya hidup yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir mendorong kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan keuangan yang adaptif terhadap inflasi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat standar hidup layak nasional naik 3,71 persen pada 2024, sementara inflasi tahunan meningkat dari 2,92 persen pada Desember 2025 menjadi 3,55 persen pada Januari 2026. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya mereda.
Di tengah situasi tersebut, sektor keuangan syariah justru mencatatkan pertumbuhan positif. Otoritas Jasa Keuangan melaporkan kinerja industri jasa keuangan syariah tumbuh solid sepanjang 2025, termasuk aset asuransi syariah. Namun, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan literasi keuangan syariah sebesar 43,42 persen, sedangkan inklusinya baru 13,41 persen, menandakan masih adanya kesenjangan akses.
Menjawab tantangan tersebut, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (General Indonesia) meluncurkan GEN Syariah Perlindungan Aman, produk asuransi jiwa berbasis syariah yang menawarkan manfaat bertumbuh, bertambah, dan berkah. Produk ini dirancang untuk membantu keluarga Indonesia menjaga ketahanan finansial di tengah risiko kenaikan biaya hidup jangka panjang.
Salah satu keunggulan utama produk ini adalah santunan asuransi yang dapat bertumbuh hingga 250% dan meningkat setiap lima tahun selama masa perlindungan. Skema ini ditujukan untuk mengimbangi dampak inflasi terhadap nilai warisan atau perlindungan yang diterima keluarga.
Selain itu, tersedia tambahan 110 persen santunan apabila peserta meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji atau umrah. Produk ini juga dilengkapi fitur wakaf yang memungkinkan nasabah berbagi manfaat melalui kerja sama dengan Dompet Dhuafa sebagai nazir resmi.
Potensi wakaf uang nasional dinilai besar. Badan Wakaf Indonesia memperkirakan potensi wakaf uang mencapai Rp181 triliun per tahun, namun realisasinya masih sekitar Rp3,5 triliun. Integrasi fitur wakaf dalam produk asuransi dinilai dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam wakaf produktif.
Peluncuran GEN Syariah Perlindungan Aman dilakukan pada momentum Ramadan 1447 H di Jakarta, Selasa (3/3/2026), oleh jajaran direksi dan manajemen Generali Indonesia, antara lain President Director & CEO, Rebecca Tan; Director & Chief Agency Officer, Jutany Japit; serta Operation Group Head, Suzwamela Zawawi bersama Direktur Lembaga Pengembangan dan Investasi Wakaf Dompet Dhuafa, Prima Hadi Putra; dan Aktor, TV Host dan Figur Publik Akhmad Fadli.
Rebecca menyampaikan di tengah potensi kenaikan biaya hidup yang berkelanjutan, masyarakat membutuhkan perlindungan yang fleksibel dan selaras prinsip syariah.
“Kami ingin memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki peace of mind dalam menjalani kehidupan dan ibadah, sekaligus dapat berbagi kebermanfaatan. Melalui GEN Syariah Perlindungan Aman, kami menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dan mewujudkan visi Empowering Lives and Dreams,” ujarnya. (srv)




















