INDOPOSCO.ID – Tak ada ruang untuk euforia. Kemenangan atas Persita Tangerang baru saja dirayakan, namun mesin Dewa United Banten FC sudah kembali dipanaskan.
Dewa United akan menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-24 Super League 2025/2026 di Stadion Indomilk Arena, Minggu (1/3/2026) malam. Laga yang menjadi awal dari periode paling sibuk musim ini.
Belum selesai di situ. Empat hari berselang, skuad asuhan Jan Olde Riekerink langsung terbang ke Filipina untuk menantang Manila Diggers pada leg pertama perempat final AFC Challenge League. Tiga laga dalam delapan hari. Intensitas tinggi dengan taruhan besar.
Riekerink tidak ingin menjadikan jadwal padat sebagai alasan untuk Banten Warriors untuk meraih hasil maksimal.
“Kami harus menjalani tiga pertandingan dalam waktu delapan hari. Jadi, kami harus melakukan rotasi dan kemudian menentukan skala prioritas,” ujar Riekerink dalam keterangan resmi klub, Minggu (1/3/2026).
Pria asal Belanda itu menyadari timnya harus cermat membaca momentum. Kompetisi domestik penting, tetapi panggung Asia juga tak kalah bernilai.
Di tengah tekanan jadwal, Dewa United mendapat sedikit angin segar. Laga melawan Persija yang sebelumnya terjepit di antara dua pertandingan kontra Manila Diggers akhirnya mengalami perubahan jadwal.
“Kami mendapat bantuan besar dari pihak federasi. Awalnya, pertandingan melawan Persija dijadwalkan digelar di antara dua laga menghadapi Manila Diggers, namun kini diundur ke 15 Maret,” ujar Riekerink.
“Awalnya, kami juga meminta pertandingan melawan Bhayangkara FC diundur. Namun, permintaan itu ditolak. Alhasil, kami harus menghadapi tiga pertandingan dalam waktu delapan hari,” sambungnya.
Artinya, tak ada pilihan selain memaksimalkan kedalaman skuad. Beruntung, Dewa United tak lagi sama seperti di awal musim. Putaran kedua menghadirkan energi baru lewat rekrutan tambahan. Internal tim menjadi lebih kompetitif.
“Kehadiran pemain baru membuat suasana tim semakin kompetitif. Mereka harus menunjukkan apakah layak dimainkan. Sekarang saya punya banyak pilihan dan bisa memainkan pemain berbeda di setiap pertandingan,” tambahnya seraya menegaskan bahwa rotasi bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan.
Perjalanan Dewa United musim ini ibarat roller coaster. Mereka sempat terjebak di bayang-bayang zona degradasi pada putaran pertama Super League 2025/26.
Namun perlahan grafik performa menanjak. Kini, bersama Ricky Kambuaya dan kolega, Dewa United duduk di posisi kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 33 poin.
Stabilitas mulai terbentuk. Kepercayaan diri tumbuh. Pertanyaannya kini: mampukah mereka menjaga konsistensi di tengah jadwal sepadat ini? (her)




















