INDOPOSCO.ID – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menegaskan terus berkomitmen dalam menjaga standar layanan purna jual yang presisi dan andal, terutamanya peninkatan profesionalisme teknisi, salah satunya dengan menggelar Suzuki Victorious Contest 2025, yang babak finalnya diselenggarakan di SMK Wiworotomo, Purwokerto, pada pertengahan bulan ini.
Menurut Asst. to Aftersales Department Head of Service SIS, Hariadi, kompetisi ini merupakan agenda penting perusahaan. Menurutnya, teknisi merupakan ujung tombak layanan aftersales.
“Melalui Suzuki Victorious Contest, kami memotivasi para teknisi untuk terus mengasah kemampuan terbaiknya agar dapat memberikan pelayanan sesuai standar Suzuki kepada konsumen,” ujar Hariadi dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, ajang Suzuki Victorious Contest 2025 ini menjadi bagian dari komitmen Suzuki dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di jaringan bengkel resmi.
Sejak tahap awal, kompetisi diikuti oleh 246 teknisi sepeda motor Suzuki dari berbagai daerah di Indonesia, sebelum disaring secara berjenjang mulai dari tingkat main dealer, regional, hingga nasional.
Untuk babak final yang diselenggarakan di SMK Wiworotomo, Purwokerto pada Rabu (11/2/2026) yang lalu diikuti oleh teknisi terbaik dari sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Makassar, Cirebon, Semarang, dan Samarinda.
Para finalis diuji melalui empat tahapan penilaian, meliputi tes teori, tes pengukuran, tes praktik, serta troubleshooting. Seluruh materi dirancang menyerupai kondisi nyata di bengkel resmi Suzuki, dengan parameter utama meliputi ketelitian, keselamatan kerja, kecepatan, dan ketepatan prosedur.
Berdasarkan akumulasi nilai, Juara Pertama diraih oleh Heru Khabib Muslim dari PT Indo Sunmotor Gemilang Jakarta. Posisi Juara Kedua ditempati Harsono dari PT Indo Sunmotor Gemilang Semarang, sementara Juara Ketiga diraih Rajiman dari PT Insan Sarana Maju Cirebon.
Pemilihan SMK Wiworotomo Purwokerto sebagai lokasi final nasional mencerminkan sinergi antara dunia industri dan pendidikan vokasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia otomotif sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang bersama industri.
Hariadi menambahkan, kompetisi yang telah berlangsung sejak 1999 ini juga menjadi bentuk apresiasi Suzuki kepada para teknisi di lapangan. “Kami ingin memastikan kualitas teknisi selalu terjaga demi memberikan hasil kerja yang presisi dan pengalaman servis terbaik bagi pelanggan Suzuki,” tutupnya. (eva)









