INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, bahwa transformasi pendidikan nasional tidak hanya berfokus pada perluasan akses, tetapi juga pada peningkatan kualitas yang selaras dengan dinamika global.
Menurutnya, pemerintah terus memastikan kebijakan pendidikan berjalan sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia dan amanat konstitusi. “Tidak boleh ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal. Pendidikan adalah hak konstitusional setiap warga negara dan menjadi tanggung jawab negara untuk memenuhinya,” tegas Mu’ti dalam keterangan, Rabu (25/2/2026).
Ia mengatakan, pendidikan bermutu untuk semua merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden dalam menyiapkan generasi emas Indonesia. Sekaligus memastikan pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah.
Mu’ti menekankan, bahwa penguatan mutu pendidikan nasional juga diarahkan agar mampu berdiri sejajar dengan standar internasional, tanpa meninggalkan identitas kebangsaan.
“Kebijakan Presiden Prabowo bukan hanya membuka pintu bagi masyarakat internasional untuk mendirikan sekolah di Indonesia. Tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan nasional agar berstandar internasional,” terangnya.
Mu’ti menambahkan, bahwa berbagai program strategis telah disiapkan untuk mendukung arah kebijakan tersebut, termasuk pengembangan model sekolah unggulan yang mengintegrasikan standar global dan nilai nasional.
“Program Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Unggul Garuda Transformatif merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan berstandar internasional, termasuk melalui kurikulum internasional seperti IB (International Baccalaureate), sekaligus tetap memperkuat identitas nasional,” jelasnya.
Selain itu, Mu’ti mendorong penguatan jejaring dan kolaborasi pendidikan lintas negara guna memperluas wawasan dan pengalaman peserta didik. “Kami juga mendorong sekolah-sekolah di Indonesia untuk memiliki jejaring internasional, program pertukaran pelajar, dan kerja sama sister school,” ungkapnya.
“Ini agar generasi muda kita memiliki pengalaman global. Mereka bukan hanya warga negara Indonesia, tetapi juga warga dunia,” imbuhnya. (nas)








