INDOPOSCO.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatat lonjakan laba bersih signifikan pada Januari 2026. Berdasarkan laporan keuangan bulanan, yang dirilis, Selasa (24/2/2026), perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp230 miliar, melonjak sekitar 578 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp34 miliar.
Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang naik 17,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Di saat yang sama, BTN berhasil menekan beban bunga hingga turun 14,53 persen yoy.
Efisiensi tersebut membuat pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) emiten berkode saham BBTN ini tumbuh signifikan sebesar 79,46 persen yoy.
Dari sisi intermediasi, BTN mencatatkan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 11,52 persen yoy menjadi Rp362,77 triliun per Januari 2026. Penyaluran kredit juga tumbuh 9,30 persen yoy menjadi Rp341,45 triliun.
Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana tersebut turut mendorong total aset BTN meningkat 12,26 persen yoy menjadi Rp448,34 triliun.
Sebelumnya, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan optimisme perseroan dapat membukukan pertumbuhan laba bersih hingga 22 persen sepanjang 2026. Ia menilai kondisi neraca perusahaan semakin solid berkat strategi ekspansi beyond KPR, penguatan superapps, serta transformasi di berbagai lini bisnis.
“Kami optimistis kinerja tahun ini akan terus meningkat seiring transformasi dan inovasi yang dilakukan perseroan,” ujarnya. (srv)





















