INDOPOSCO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, meningkatkan pengawasan harga bahan pokok selama Ramadan guna mengantisipasi lonjakan yang kerap terjadi menjelang Idulfitri.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, Dadan Rustandi, mengatakan pemantauan dilakukan secara rutin bersama sejumlah instansi terkait.
“Kami bersama Badan Pangan Nasional, Polda Metro Jaya, Polres Depok, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian rutin melakukan monitoring di pasar tradisional dan ritel modern,” ujarnya, Minggu.
Sinergi pengawasan ini melibatkan Badan Pangan Nasional, Polda Metro Jaya, Polres Depok, dan Disdagin Kota Depok.
Hasil pemantauan menunjukkan harga beras medium dan premium masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), masing-masing Rp13.500/kg dan Rp14.900/kg. Produk Minyakita juga tetap dijual Rp15.700 per liter.
Namun, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling signifikan, mencapai Rp120.000 per kilogram.
Menurut Dadan, lonjakan harga cabai dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran, yang secara tradisional mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas segar.
Pemkot Depok mengintensifkan pemantauan harian sejak 14 Januari. Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga tetap sesuai HET dan Harga Acuan Penjualan (HAP), sekaligus mencegah praktik penimbunan yang merugikan masyarakat.
“Pemerintah hadir untuk menjaga stabilitas harga, memastikan distribusi lancar, serta melindungi daya beli masyarakat,” tegas Dadan.
Dengan pengawasan lintas instansi dan monitoring berkelanjutan di lapangan, Pemkot Depok optimistis kebutuhan pangan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri tetap terpenuhi dengan harga yang relatif terkendali. (dam)





















