INDOPOSCO.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia melalui Atase Perdagangan (Atdag) Canberra meluncurkan bootcamp ekspor yang bertujuan untuk mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menembus pasar Australia dan Pasifik.
Melalui pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (19/2/2026), Atdag Canberra menyampaikan bahwa program bertajuk “After Sahur Export Bootcamp: Program 30 Hari Tembus Australia & Pasifik” tersebut berlangsung pada 18 Februari-19 Maret 2026.
Program ini merupakan bagian dari penguatan diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Australia, New Zealand, dan Pasifik melalui pendekatan peningkatan kapasitas, literasi ekspor, serta optimalisasi jejaring diaspora sebagai mitra penetrasi pasar.
Atase Perdagangan RI di Canberra, Agung Harispp⁰ Setiawan, menegaskan bahwa tantangan utama UMKM Indonesia bukan semata pada kualitas produk, tetapi pada belum meratanya literasi ekspor dan pemahaman tahapan prosedural internasional.
Agung menuturkan bahwa banyak pelaku usaha belum memahami secara komprehensif identifikasi HS Code, standar biosekuriti Australia, struktur harga internasional, manajemen risiko logistik, hingga strategi negosiasi kontrak dagang.
“Oleh karena itu, penguatan literasi ekspor sejak dini menjadi kunci agar pelaku usaha tidak melakukan kesalahan prosedural pada saat pengiriman perdana maupun dalam membangun kontrak dagang jangka panjang,” katanya.
Atdag Canberra menyampaikan program “After Sahur Export Bootcamp” dilaksanakan secara maraton selama 30 hari berturut-turut dengan pendekatan bertahap dan terstruktur.
Setiap sesi dirancang singkat namun intensif, dilaksanakan setiap pagi selama bulan Ramadhan, sehingga peserta membangun pemahaman secara progresif mulai dari transformasi mindset lokal ke global, pemetaan kesiapan produk, pemanfaatan perjanjian dagang, analisis pasar Australia dan Pasifik, hingga aspek teknis.
Pada dua hari pertama pelaksanaan, lebih dari 300 pelaku UMKM dan diaspora berpartisipasi melalui platform Zoom serta siaran langsung kanal YouTube resmi Atdag Canberra.
Melihat tren partisipasi serta keberlanjutan publikasi konten edukatif harian selama 30 hari, Atdag menargetkan program ini mampu menjangkau hingga total 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta jejaring diaspora di kawasan Australia dan Pasifik.
Australia merupakan mitra strategis Indonesia dengan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 1,7 dolar AS triliun dan nilai impor tahunan lebih dari 280 miliar dolar AS. Total perdagangan Indonesia-Australia pada 2024 berada di kisaran 15 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia sekitar 5-6 miliar dolar.
Kemendag meyakini ruang penetrasi pasar untuk Australia masih besar, terutama dengan adanya Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah diimplementasikan sejak 5 Juli 2020.
IA-CEPA memberikan akses tarif 0 persen bagi sekitar 99 persen pos tarif ekspor Indonesia ke Australia, membuka peluang signifikan bagi produk pangan olahan, alas kaki, furnitur, tekstil, produk halal, hingga jasa digital.
Selain Australia, New Zealand dengan PDB sekitar 250 miliar dolar AS, serta negara-negara Pasifik seperti Papua Nugini dengan nilai impor sekitar 6 miliar dolar AS per tahun dan Fiji sekitar 2-3 miliar dolar AS per tahun — menawarkan peluang ekspor yang prospektif, khususnya pada produk pangan, consumer goods, dan bahan konstruksi. (ney)




















