INDOPOSCO.ID – Pelatih Benfica Jose Mourinho menanggapi dugaan aksi rasis yang dialami pemain Real Madrid Vinicius Junior dalam laga playoff Liga Champions di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Ia mengingatkan kembali legenda Benfica, Eusebio, keturunan Mozambik, Afrika.
Eusebio dikenal sebagai si “Panther Hitam” dan merupakan salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah sepak bola. Dia menjadi ikon kulit hitam pertama yang bersinar di Eropa, memenangkan Ballon d’Or 1965 dan memimpin Benfica ke puncak kejayaan Eropa.
“Saya katakan kepada (Vinicius Jr), ketika kamu mencetak gol seperti itu, kamu hanya merayakannya dan kembali. Ketika dia berdebat tentang rasisme, saya katakan kepadanya bahwa orang terbesar (Eusebio) dalam sejarah klub ini adalah orang kulit hitam,” kata Mourinho kepada Amazon Prime seperti dilansir dari Sky Sports, Rabu (18/2/2026).
Berdasarkan rangkuman sejumlah sumber, Eusebio mencetak lebih dari 300 gol dalam 300 lebih penampilan, membawa klub memenangkan 11 gelar Liga Portugal, 5 Piala Portugal, dan Piala Eropa 1962. Namanya diabadikan dengan patung di depan Estádio da Luz.
Dugaan tindakan rasis itu dilakukan pemain Benfica Gianluca Prestianni, setelah Vinicius mencetak gol indah pada babak kedua dan merayakannya dengan menari di depan bendera sepak pojok.
Namun, selebrasi tersebut dianggap berlebihan oleh wasit Francois Letexier, sehingga mengganjarnya dengan kartu kuning. Tak berselang lama, dia mengaku menjadi korban serangan rasis.
“Rasis, pengecut,” kata Vinicius Jr di Instagram Story-nya @vinijr setelah pertandingan dilihat, Rabu (18/2/2026).
Ia menyesalkan aksi Prestianni, yang menutup mulutnya dengan kaus sambil melontarkan perkataan rasisme kepadanya. “Saya tidak suka berada dalam situasi seperti ini, apalagi setelah kemenangan besar dan ketika headline harus tentang Real Madrid, tapi ini perlu,” tutur Vinicius. Laga berakhir dengan kemenangan tipis Real Madrid 1-0. (dan)





















