• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

BCA Siapkan Dana Rp5 Triliun untuk Buyback Saham, Targetkan Stabilitas Pasar

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 1 Februari 2026 - 09:50
in Ekonomi
bca

Lanskap Menara BCA. Foto: Dokumen BCA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi mengumumkan rencana aksi korporasi besar berupa pembelian kembali saham Perseroan (shares buyback). Emiten bersandi saham BBCA ini mengalokasikan dana fantastis, yakni sebesar-besarnya Rp5 triliun, untuk menyerap kembali saham yang telah beredar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Aksi korporasi ini bukan tanpa alasan. BCA menargetkan langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas pasar modal Indonesia, sekaligus upaya meningkatkan kepercayaan investor di tengah dinamika ekonomi global.

BacaJuga:

Rayakan Libur Lebaran, Zest Sukajadi Bandung Tawarkan Promo Menginap Spesial

Ribuan Baju Boneka dari Bantul Berlayar ke Negeri Paman Sam

PLN EPI Gandeng Mitra, Sorgum Didorong Jadi Solusi Co-Firing Masa Depan

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan bahwa langkah ini juga bertujuan memberikan tingkat pengembalian (return) yang lebih optimal bagi para pemegang saham.

“Periode shares buyback akan dilaksanakan selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana ini oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 12 Maret 2026 mendatang,” ujar Hera dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (1/2/2026).

Berdasarkan keterbukaan informasi, total dana Rp5 triliun tersebut sudah termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya. Jumlah saham yang akan dibeli kembali dipastikan tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor Perseroan.

Rangkaian jadwal aksi korporasi ini dimulai dengan pengumuman RUPST dan keterbukaan informasi pada 28 Januari 2026, yang kemudian akan dilanjutkan dengan agenda persetujuan RUPST terkait rencana buyback pada 12 Maret 2026, sehingga periode pelaksanaan pembelian kembali saham tersebut dapat mulai dilakukan selama 12 bulan terhitung sejak tanggal persetujuan rapat tersebut.

Terkait kondisi keuangan, Hera menegaskan aksi buyback ini tidak akan mengganggu napas finansial perusahaan. BCA memastikan kecukupan modal tetap terjaga sesuai dengan regulasi POJK mengenai Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.

“Pelaksanaan shares buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha Perseroan. BCA senantiasa mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap operasionalnya,” tutup Hera.

Saham BCA sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu blue chip penggerak IHSG. Dengan adanya rencana buyback ini, pasar berekspektasi adanya sentimen positif terhadap pergerakan harga saham BBCA dalam jangka panjang. (rmn)

Tags: bcabeiBuybackPembelian Sahamsaham

Berita Terkait.

Hampir 49 Ribu Kendaraan Lewat, Tol Japek II Selatan Efektif Pecah Arus Balik
Ekonomi

Rayakan Libur Lebaran, Zest Sukajadi Bandung Tawarkan Promo Menginap Spesial

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:06
Bagy-Play-Set
Ekonomi

Ribuan Baju Boneka dari Bantul Berlayar ke Negeri Paman Sam

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:39
Sorgum
Ekonomi

PLN EPI Gandeng Mitra, Sorgum Didorong Jadi Solusi Co-Firing Masa Depan

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:18
Serambi-MyPertamina
Ekonomi

Serambi MyPertamina Jadi Oase Gratis di Tengah Ramainya Libur Lebaran

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:54
DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional
Ekonomi

MBG dan 1 Juta Rumah Dinilai Belum Cukup Kuat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Jumat, 27 Maret 2026 - 02:21
Menteri ESDM: Stok Solar Aman karena Indonesia Tak Impor
Ekonomi

Menteri ESDM: Stok Solar Aman karena Indonesia Tak Impor

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:26

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1229 shares
    Share 492 Tweet 307
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.