INDOPOSCO.ID – Di tengah luka yang masih membekas akibat bencana ekologis di Sumatera, pemerintah memilih satu jalan optimistis, membangun kembali bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM) nya.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) tengah menyiapkan arah baru pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) yang lebih luwes, adaptif, dan berbasis digital, khususnya bagi ASN di wilayah terdampak bencana.
Menteri PANRB Rini Widyantini menilai, transformasi itu harus bertumpu pada penguatan Portal SmartASN. Platform tersebut didorong bukan sekadar menjadi layanan administrasi, melainkan pusat pembelajaran nasional bagi ASN.
“SmartASN bukan sekadar aplikasi tapi tempat yang memudahkan dan lebih membuka akses ASN untuk belajar,” jelas Rini saat rapat koordinasi dengan LAN di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Saat ini, SmartASN telah mengintegrasikan berbagai layanan digital, mulai dari pengelolaan kinerja, pengembangan kompetensi, hingga layanan kepegawaian dasar. Digitalisasi ini dinilai membuka peluang ASN untuk terus belajar, bahkan ketika kondisi geografis dan sosial tidak memungkinkan pelatihan tatap muka.
Rapat tersebut juga membahas langkah strategis pemerintah dalam mendukung pemulihan daerah terdampak melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera, sebagaimana diamanatkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026.
Dalam struktur Satgas, Menteri PANRB ditunjuk sebagai Koordinator Bidang Tata Kelola Pemerintahan, dengan mandat memastikan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan di tengah situasi darurat.
Salah satu fokus utama pemulihan adalah perlindungan serta konsolidasi ASN. Pemerintah memberikan penyesuaian jam kerja, target kinerja, hingga membuka akses lebih luas terhadap program pengembangan kompetensi.
Rini menegaskan bahwa pelatihan berbasis daring harus menjadi arus utama ke depan.
“Pemerintah berkomitmen memudahkan para ASN meningkatkan kompetensi mereka,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala LAN, Muhammad Taufiq menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan kebijakan pengembangan kompetensi yang dirancang khusus untuk kebutuhan pascabencana.
“Hasil pembelajaran berupa inovasi Pelatihan kepemimpinan dan habituasi latsar pada tiga provinsi diarahkan untuk mendkung percepatan pascabencana,” jelas Taufiq.
Ia menambahkan, LAN telah memperluas layanan digital learning bagi ASN serta memperkuat kapasitas aparatur di tingkat desa guna mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Tak hanya mengandalkan pemerintah, LAN juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari sektor swasta, lembaga non-pemerintah, perguruan tinggi, hingga asosiasi profesi, untuk menciptakan pembelajaran terintegrasi yang relevan dengan kebutuhan daerah terdampak.
Seluruh penyesuaian tersebut kemudian dirangkum dalam Surat Edaran Kepala LAN tentang Panduan Penyelenggaraan Pelatihan bagi ASN di Daerah Terdampak Bencana Alam. (her)








