INDOPOSCO.ID – PT Patra Drilling Contractor (PDC) membuka tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Dalam gelaran Townhall Meeting (THM) yang berlangsung Selasa (20/1/2026), manajemen memaparkan rapor kinerja perusahaan sepanjang 2025 sekaligus merumuskan peta jalan bisnis untuk satu tahun ke depan.
Acara ini diikuti seluruh perwira dan pertiwi PDC, baik yang bertugas di kantor pusat maupun di berbagai lokasi proyek. Lebih dari sekadar forum tahunan, THM menjadi ruang konsolidasi sekaligus momentum memperkuat transformasi perusahaan di tengah lanskap industri energi yang terus berubah. Data yang dipresentasikan masih bersifat sementara dan belum diaudit.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama PDC, Fitra Adriza, menyebut capaian tahun lalu sebagai hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perwira PDC. Di tengah tantangan industri yang semakin dinamis, kita tetap mampu menjaga kinerja operasional, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta membukukan pertumbuhan keuangan yang sehat,” ujar Fitra.
Dari sisi operasional, PDC berhasil mempertahankan performa keselamatan kerja yang sempurna dengan Total Recordable Injury Rate (TRIR) sebesar 0,00 sepanjang 2025.
Kinerja aset juga terjaga optimal. Tingkat ketersediaan aset mencapai 96 persen, sementara produktivitas aset berada di level 78,36 persen. Di saat yang sama, realisasi investasi tercatat sebesar 67,41 persen.
Tak kalah penting, kepuasan pelanggan menunjukkan tren positif. Customer Satisfaction Index (CSI) menembus angka 4,31, melampaui target tahun sebelumnya yang berada di level 4,04. Capaian ini disebut menjadi fondasi penting bagi target ekspansi perusahaan di 2026.
Pada aspek finansial, PDC membukukan pendapatan sebesar Rp2,83 triliun sepanjang 2025. Laba bersih mencapai Rp141 miliar, dengan EBITDA sebesar Rp245 miliar.
Pengelolaan arus kas pun menunjukkan perbaikan. Periode penagihan (collection period) tercatat 92 hari, lebih cepat dibanding target yang dipatok perusahaan sebelumnya.
Menurut Fitra, kinerja positif tersebut tidak semata diukur dari angka-angka laporan keuangan.
“PDC tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses. Disiplin operasional, kepatuhan terhadap standar, serta tata kelola yang baik menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan bisnis PDC,” katanya.
Sepanjang 2025, PDC juga menjalankan berbagai inisiatif nilai tambah (value-added initiatives) dengan total manfaat mencapai Rp41,31 miliar. Program ini mencakup optimalisasi pengelolaan keuangan, efisiensi biaya operasional, strategi pengelolaan pajak, hingga pemanfaatan aset perusahaan.
Di sisi lain, penguatan budaya kerja juga menjadi perhatian utama. PDC terus mendorong internalisasi nilai PASTI—Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif—sebagai fondasi perilaku kerja seluruh insan perusahaan.
“Budaya PASTI harus menjadi perilaku, bukan sekadar slogan. Dengan disiplin dan efisiensi yang konsisten, kami optimistis PDC dapat terus tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder,” pungkas Fitra.
Melalui forum THM ini, PDC menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan perbaikan berkelanjutan, baik dari sisi operasional, tata kelola, maupun penguatan budaya perusahaan.
Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kolaborasi, PDC optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan, memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor energi nasional pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya. (srv)












