• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina EP Targetkan Produksi Puncak Lapangan Bambu Merah di 2026

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 28 Januari 2026 - 13:21
in Ekonomi
PT Pertamina EP (PEP) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) resmi memulai fase krusial dalam pengembangan infrastruktur energi nasional. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan First Cutting Ceremony untuk fabrikasi Gas Dehydration Package di Workshop Fabricator, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Foto: Dokumen Pertamina EP

PT Pertamina EP (PEP) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) resmi memulai fase krusial dalam pengembangan infrastruktur energi nasional. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan First Cutting Ceremony untuk fabrikasi Gas Dehydration Package di Workshop Fabricator, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Foto: Dokumen Pertamina EP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Pertamina EP (PEP) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) resmi memulai fase krusial dalam pengembangan infrastruktur energi nasional. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan First Cutting Ceremony untuk fabrikasi Gas Dehydration Package di Workshop Fabricator, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Proyek ini merupakan bagian dari Pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH) yang terintegrasi dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara (SP CLU). Seremoni pemotongan baja pertama ini menjadi simbol dimulainya pembangunan unit dehidrasi gas (DHU) dan scrubber guna meningkatkan kapasitas pemrosesan gas di wilayah kerja Subang.

BacaJuga:

Tak Gentar Kondisi Ekonomi, Texas Chicken Kunci Ekspansi di Kota Penyangga

BCA Syariah-BAZNAS Perkuat Kolaborasi, Zakat Kini Semakin Mudah Lewat Genggaman

Wamenkop Tekankan Kolaborasi Koperasi Eksisting Jadi Kakak Asuh Kopdes Dalam Pembiayaan Mikro

Pengembangan Lapangan Bambu Merah dilaksanakan di bawah payung Optimasi Pengembangan Lapangan-Lapangan (OPLL) Bambu Merah–Cilamaya Selatan yang telah mengantongi persetujuan Authorization for Expenditure (AFE) dari SKK Migas.

Rencana teknis proyek ini mencakup Aliran Minyak: Hasil produksi akan dialirkan menuju Booster Station (BS) Cilamaya. Pemrosesan Gas: Gas akan diproses di fasilitas baru untuk memenuhi spesifikasi jual sebelum dikirim ke Stasiun Kompresor Gas (SKG) Cilamaya. Ramah Lingkungan: Air terproduksi akan dikelola melalui Water Injection Plant (WIP) di SP CLU untuk kemudian diinjeksikan kembali ke dalam bumi.

Proyek strategis ini diproyeksikan mampu mencapai produksi puncak sebesar 8 MMSCFD gas serta 300 barel fluida per hari (BLPD) atau setara 292,5 barel minyak per hari (BOPD) secara net.

Untuk mendukung target tersebut, Pertamina EP membangun sejumlah fasilitas mutakhir, di antaranya Gas Scrubber berkapasitas 8 MMSCFD. Dehydration Unit (DHU) berkapasitas 9 MMSCFD. Penambahan tiga unit Gas Compressor berkapasitas masing-masing 0,5 MMSCFD.

Manager Project Pertamina EP Zona 7, Ahmad Firdaus Fasa, menatakan tahap fabrikasi ini adalah tonggak penting bagi kesuksesan Proyek Bambu Merah.

“Kami berkomitmen melaksanakan seluruh pekerjaan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas, dan kepatuhan terhadap regulasi. Dukungan sinergis dari semua pihak adalah modal utama mencapai target operasional,” ujar Ahmad dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).

Senada dengan hal tersebut, Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, menekankan pentingnya proyek ini bagi negara.

“Ini adalah wujud komitmen kami dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment),” jelasnya.

Pekerjaan fabrikasi yang digarap oleh mitra kerja PT Bahana Karya Mandiri ini dijadwalkan berlangsung selama 280 hari kalender. Paket DHU diprediksi akan dikirim ke lokasi proyek pada September 2026.

Pertamina EP Zona 7 menargetkan seluruh rangkaian konstruksi dan commissioning tuntas sehingga fasilitas ini dapat beroperasi penuh (onstream) pada November 2026. (rmn)

Tags: industri hulu migasLapangan Bambu MerahPertamina EP

Berita Terkait.

texas
Ekonomi

Tak Gentar Kondisi Ekonomi, Texas Chicken Kunci Ekspansi di Kota Penyangga

Senin, 6 April 2026 - 21:01
bca
Ekonomi

BCA Syariah-BAZNAS Perkuat Kolaborasi, Zakat Kini Semakin Mudah Lewat Genggaman

Senin, 6 April 2026 - 20:15
wamenkop
Ekonomi

Wamenkop Tekankan Kolaborasi Koperasi Eksisting Jadi Kakak Asuh Kopdes Dalam Pembiayaan Mikro

Senin, 6 April 2026 - 19:19
phe
Ekonomi

Hadapi Dunia yang Bergejolak, PHE Percepat Pengembangan Migas

Senin, 6 April 2026 - 18:08
Perwira
Ekonomi

Elnusa Bidik Status Operator Migas Low-Cost Kelas Dunia di 2026

Senin, 6 April 2026 - 15:26
BRI-Peduli
Ekonomi

Maknai Paskah 2026, BRI Peduli Tebarkan Kasih dan Kepedulian melalui Penyaluran 10.050 Paket Sembako bagi Umat Nasrani

Senin, 6 April 2026 - 14:05

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1083 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    725 shares
    Share 290 Tweet 181
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.