INDOPOSCO.ID – Lampu Stadion Internasional Banten dipastikan akan kembali menyala terang pada Senin malam (26/1/2026). Di bawah sorotan cahaya dan ekspektasi publik Serang, Dewa United Banten FC bersiap membuka lembaran lanjutan Super League 2025/26 dengan satu misi besar, yakni menaklukkan Arema FC di pekan ke-18.
Di balik persiapan teknis dan strategi, sosok Jan Olde Riekerink tampil sebagai pusat komando sekaligus penjaga keseimbangan emosi tim. Optimisme memang mengalir, tetapi sang pelatih memilih berjalan dengan kepala dingin.
Riekerink menilai laga terakhir sebelum jeda kompetisi memiliki arti lebih dari sekadar angka di papan skor. Bagi pria asal Belanda itu, pertandingan kontra Persijap menjadi potret arah perkembangan Dewa United.
“Kami mengambil laga terakhir menghadapi Persijap menjadi bagian dari persiapan kami juga. Saya pikir akhirnya kami bermain sepak bola dengan struktur yang sesuai dan saya sukai. Saya pikir itu juga identitas klub kami dan bagaimana kami bermain,” ujar Riekerink dalam keterangan resmi klub, Senin (26/1/2026).
Jeda kompetisi pun tidak dilewatkan begitu saja. Intensitas latihan ditingkatkan, ritme dijaga, dan mental diasah melalui laga uji coba internasional. Salah satu hasilnya cukup mencuri perhatian: kemenangan atas tim papan atas Korea Selatan.
“Kami juga melakukan pertandingan persahabatan yang bagus selama jeda. Kami menang 3-1 menghadapi tim peringkat empat di Liga Korea. Saya pikir itu adalah hal yang sama jika kamu melihat bagaimana eksekusi di dalam laga oleh tim,” terangnya.
Catatan lima pertandingan terakhir memang menunjukkan grafik menanjak. Namun, Riekerink enggan terjebak dalam euforia statistik.
“Saya pikir dalam lima laga terakhir kami menang tiga kali, imbang satu kali, dan kalah satu kali. Tapi kami perlahan kembali ke jalur yang seharusnya,” tutur Riekerink.
Bagi mantan pelatih Galatasaray tersebut, masa lalu tidak lagi relevan. Semua perhatian kini terkunci pada satu lawan, Arema FC.
“Seperti biasa, cerminnya hanya berfokus di laga berikutnya. Arema tentu akan menjadi laga yang tidak mudah. Saya pikir mereka adalah tim yang lebih baik di Indonesia saat ini,” ungkapnya.
Pernyataan itu bukan bentuk menyerah, melainkan pengakuan jujur terhadap kualitas lawan yang akan dihadapi. Meski demikian, ambisi tetap dijaga tinggi, terutama karena laga akan berlangsung di hadapan pendukung sendiri.
“Kami harus bersiap dengan baik, tapi satu hal yang saya harap adalah kami bisa bermain sepak bola yang kami bisa dan itu tentu hasilnya harus menang. Saya seperti idealis, di mana saya harus melakukan dan mencoba melakukan sepak bola yang indah,” tambahnya. (her)











