INDOPOSCO.ID – Imbauan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kepada perempuan agar lebih berhati-hati memilih pasangan yang merokok menuai perhatian luas publik. Pesan yang disampaikan melalui akun media sosial pribadinya pada 11 Januari 2026 lalu itu dinilai relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat saat ini, khususnya perlindungan terhadap perempuan sebagai kelompok rentan perokok pasif.
Dalam unggahannya, Budi menyebut kebiasaan merokok sebagai red flag bagi perempuan. Menurutnya, perempuan kerap menjadi perokok pasif yang harus menanggung dampak serius bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Budi menegaskan, paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis pada perempuan, termasuk kanker serviks dan kanker payudara. Bahkan, risiko tersebut dapat meningkat hingga sekitar 40 persen pada perokok pasif.
Pesan tersebut mendapat apresiasi dari Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Sekretaris Jenderal Komisi Nasional (Sekjen Komnas) Pengendalian Tembakau, Tulus Abadi.
“Pesan positif Menkes itu patut kita apresiasi, dan kaum hawa sebaiknya memang memerhatikan imbauan tersebut. Apa yang disampaikan Menkes sangat faktual,” kata Tulus melalui gawai, Kamis (22/1/2026).
Menurut Tulus, dalam realitas sehari-hari, perempuan memang sering menjadi korban paparan asap rokok dari pasangannya, baik saat masih berpacaran, bertunangan, maupun setelah menikah.
“Faktanya, perempuan sering menjadi korban asap rokok oleh pasangannya, baik teman dekat, calon suami, bahkan suaminya sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, risiko kesehatan yang dihadapi perempuan sebagai perokok pasif sering kali tidak disadari sejak awal hubungan, namun berdampak serius di kemudian hari.
Dengan tingginya jumlah perokok laki-laki di Indonesia, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) itu menilai kewaspadaan perempuan menjadi penting sebagai bentuk perlindungan diri sejak dini.
“Imbauan ini penting sebagai alarm kesehatan bagi perempuan agar tidak menganggap sepele kebiasaan merokok pada pasangan,” tambahnya.
Di tengah tingginya prevalensi perokok laki-laki di Indonesia, pesan Menkes dinilai sebagai pengingat bahwa bahaya rokok tidak hanya mengancam perokok aktif, tetapi juga orang terdekat di sekitarnya, terutama perempuan yang kerap menjadi korban diam-diam. (her)

















