INDOPOSCO.ID – Senegal merengkuh gelar juara Piala Afrika 2025 setelah menumbangkan tuan rumah Maroko 1-0 dalam laga final penuh drama dan kontroversi di Prince Moulay Abdellah Stadium, Senin (19/1/2026) dini hari WIB.
Para pemain Senegal sempat keluar lapangan selama 14 menit dalam laga tersebut. Aksi itu terjadi di menit-menit akhir masa injury time babak kedua atau sekitar menit ke-98, saat skor masih imbang 0-0 melawan tuan rumah Maroko.
Mereka melayangkan protes keras terhadap keputusan wasit Jean Jacques Ndala yang memberikan penalti kepada Maroko setelah peninjauan VAR. Sebelumnya, Senegal merasa dirugikan karena gol Ismaila Sarr dianulir oleh wasit.
Wasit asal Kongo Jean-Jacques Ndala kemudian menunjuk titik putih setelah meninjau VAR atas pelanggaran bek Senegal, El Hadji Malick Diouf, terhadap Brahim Diaz. Namun, eksekusi penalti tersebut mampu diamankan dengan mudah oleh Edouard Mendi.
Ketika para pemain Senegal kembali ke ruang ganti, hal mencolok adalah Sadio Mane adalah pemain yang tetap berada di lapangan. Dia berhasil membujuk rekan setimnya ke lapangan agar pertandingan dapat dilanjutkan.
Mantan pemain Timnas Maroko Hassan Kachloul menyanjung aksi yang dilakukan Sadio Mane dalam laga tersebut. Ia menilai tindakan tersebut memberikan atmosfer positif dalam pertandingan.
“Dia kembali ke ruang ganti dan membawa para pemain itu kembali,” kata Hassan Kachloul dilansir dari Sky Sports, Senin (19/1/2026).
Bahkan Mane mendekati para pendukung Senegal di akhir pertandingan untuk menenangkan mereka saat keributan mulai memuncak di Stadion Prince Moulay Abdellah.
“Itu menunjukkan betapa besarnya dia. Sepak bola Afrika sedang kalah dan sepak bola dunia juga kalah. Sadio Mane adalah orang yang membawa mereka kembali.” imbuh Hassan Kachloul. (dan)





















