INDOPOSCO.ID – Pemerintah terus memperkuat revitalisasi satuan pendidikan dengan menghadirkan sekolah yang layak, aman, dan mendukung proses belajar yang berkualitas. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, bahwa revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik sekolah.
“Program revitalisasi satuan pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menggembirakan, bermakna dan memanusiakan murid,” terang Mu’ti dalam keterangan, Sabtu (17/1/2026).
Ia menuturkan, pendidikan itu fondasi peradaban. Oleh karena itu, perbaikan pendidikan dimulai dari hulunya yakni revitalisasi satuan pendidikan, seperti gedung sekolah, digitalisasi, pelatihan guru dan pembelajaran yang mendalam.
“Inilah ikhtiar bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Pada 2025, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi 16.171 sekolah di berbagai daerah. Sementara itu, anggaran di 2026 telah dialokasikan untuk melanjutkan revitalisasi 11.000 sekolah berikutnya.
Program revitalisasi ini, menurutnya, mencakup perbaikan laboratorium, ruang praktik siswa, fasilitas sanitasi (toilet), Unit Kesehatan Siswa (UKS), serta sarana pendukung lainnya agar sekolah menjadi ruang belajar yang aman dan menyenangkan.
Selain penguatan infrastruktur fisik, lanjut Mu’ti, Kemendikdasmen juga mendorong digitalisasi pembelajaran dan peningkatan kapasitas guru. Upaya ini dilakukan melalui penyediaan 288.186 unit Papan Interaktif Digital serta pengembangan laboratorium virtual.
“Secara paralel, peningkatan kompetensi pendidik didukung melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang membuka kesempatan bagi 150.000 guru untuk menyelesaikan gelar S1 dengan bantuan beasiswa,” bebernya.
Ia menambahkan, bahwa revitalisasi satuan pendidikan tidak berhenti pada bangunan dan perangkat pembelajaran. Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada kualitas proses belajar di kelas melalui penguatan Pembelajaran Mendalam (deep learning).
“Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa dan olah raga secara holistik dan terpadu,” jelasnya. (nas)








