• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Menimbang Pilkada Tidak Langsung, Antara Efisiensi dan Masa Depan Demokrasi

Dilianto - Editor Dilianto -
Kamis, 15 Januari 2026 - 12:21
in Politik
Analis komunikasi politik Hendri Satrio (kanan) dalam diskusi Survei KedaiKOPI belum lama ini. Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Analis komunikasi politik Hendri Satrio (kanan) dalam diskusi Survei KedaiKOPI belum lama ini. Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Setiap kali biaya politik dianggap terlalu mahal, sistem pemilihan kepala daerah kembali dipertanyakan. Namun, demokrasi tidak hanya soal efisiensi anggaran, melainkan juga menyangkut kualitas representasi, kepercayaan publik, dan integritas proses politik.

Karena itu, diskusi mengenai wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD seharusnya tidak berhenti pada persoalan mahalnya ongkos politik semata. Jika hanya berangkat dari alasan tersebut, perubahan sistem akan sulit memperoleh penerimaan dari masyarakat.

BacaJuga:

Rencana Moratorium PMI ke Wilayah Konflik Timur Tengah, Begini Respons DPR RI

Persimpangan Anies Menuju 2029: Bertahan Idealis atau Menyebrang Pragmatis?

DPD RI Minta Pelaku Pembunuhan Nakes di Tambrauw Menyerahkan Diri

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai, wacana ini baru akan mendapatkan legitimasi publik apabila dibingkai sebagai upaya memperbaiki kualitas demokrasi, meningkatkan kedewasaan politik, serta memberantas praktik-praktik kotor seperti politik uang. Ia bahkan menyarankan, jika pun diterapkan, sistem ini bersifat sementara.

“Mungkin wacana tersebut akan lebih diterima jika penekanannya atas dasar perbaikan sistem demokrasi, dan tidak dalam waktu lama semisal hanya dua kali saja baru dilanjut lagi Pilkada digelar secara langsung,” ujar Hensa -sapaan Hendri Satrio- melalui gawai, Kamis (15/1/2026).

Untuk memperkuat argumennya, Hensa menyinggung peristiwa satu dekade lalu. Pada 2014, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Perppu yang membatalkan Pilkada tidak langsung yang saat itu sempat disahkan DPR.

Menurut Hensa, keputusan tersebut bukan sekadar idealisme demokrasi, melainkan juga kalkulasi politik yang realistis. Ia menilai Partai Demokrat kala itu belum memiliki fondasi akar rumput sekuat partai-partai lama.

“Demokrat pada saat itu kan menang karena SBY menjadi presiden, (namun) bukan berarti ia punya akar rumput yang kuat,” jelas Dosen Universitas Paramadina itu.

Karena itu, Hensa mengingatkan, partai yang saat ini berada di lingkar kekuasaan nasional perlu berhitung dengan cermat sebelum mendorong perubahan sistem.

Partai yang masih menggantungkan kemenangan pada efek figur populer atau “coattail effect” berpotensi kehilangan panggung jika pertarungan dipindahkan dari bilik suara rakyat ke ruang rapat DPRD.

“Partai penguasa harus hati-hati, karena yang siap dengan wacana tersebut justru adalah partai-partai lama yang punya akar rumput kuat,” tambah founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu.

Pada akhirnya, perubahan sistem pilkada bukan sekadar soal murah atau mahal, melainkan tentang siapa yang benar-benar diuntungkan, rakyat sebagai pemilik kedaulatan, atau elite politik yang menguasai arena kekuasaan. (her)

Tags: demokrasiHendri SatrioHensapilkadaPilkada Lewat DPRDPilkada Tidak LangsungRUU Pemilu

Berita Terkait.

Netty-Prasetiyani-Aher
Politik

Rencana Moratorium PMI ke Wilayah Konflik Timur Tengah, Begini Respons DPR RI

Kamis, 9 April 2026 - 21:33
Anies
Politik

Persimpangan Anies Menuju 2029: Bertahan Idealis atau Menyebrang Pragmatis?

Selasa, 7 April 2026 - 10:21
DPD RI Minta Pelaku Pembunuhan Nakes di Tambrauw Menyerahkan Diri
Politik

DPD RI Minta Pelaku Pembunuhan Nakes di Tambrauw Menyerahkan Diri

Senin, 23 Maret 2026 - 16:02
BMKG Prakirakan Mayoritas Kota Besar di Indonesia Berawan-Hujan Ringan.
Politik

Anggota DPR: Timwas Intelijen DPR Bisa Dalami Kasus Penyiraman

Senin, 23 Maret 2026 - 12:01
Rayakan Lebaran di Tengah Gejolak Global, Golkar Ajak Jaga Persatuan
Politik

Rayakan Lebaran di Tengah Gejolak Global, Golkar Ajak Jaga Persatuan

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:51
UI
Politik

Kisruh Talent Scouting UI, DPR Minta Rektor Investigasi dan Pulihkan Status Kelulusan

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:30

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.