• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Demokrat Ikut Arah Prabowo soal Pilkada DPRD, Dede Yusuf: Fokus Sekarang UU Pemilu dan Bencana Sumatera

Dilianto - Editor Dilianto -
Rabu, 14 Januari 2026 - 14:21
in Politik
Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Dede Yusuf.  Foto: Dokumen DPR RI

Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Dede Yusuf. Foto: Dokumen DPR RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Politikus Partai Demokrat Dede Yusuf menegaskan bahwa sikap partainya terkait wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD akan mengikuti kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembahasan soal pilkada masih sangat panjang dan belum menjadi prioritas DPR saat ini.

“Saat ini kita ikut dengan kebijakan Presiden, sambil ke depan kita akan melakukan pembahasan demi pembahasan,” ujar Dede di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

BacaJuga:

Keharmonisan Intelektual Lintas Generasi Makin Erat, Ketua DPD RI: Ini Era Kebangkitan Melayu

BRIN Nilai Komunikasi Istana Membaik, Dorong Bakom Lebih Aktif

Rencana Moratorium PMI ke Wilayah Konflik Timur Tengah, Begini Respons DPR RI

Dede yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR RI menjelaskan bahwa agenda terdekat DPR adalah pembahasan RUU Pemilu, bukan pilkada. Ia menekankan bahwa isu pilkada baru relevan untuk dibahas menjelang 2031.

“Pilkada sebetulnya belum masuk. Masih panjang, kita masih berbicara 2031. Yang ada di depan mata ini adalah UU Pemilu,” katanya.

Menurut Dede, evaluasi sistem pemilu dan pilkada merupakan hal yang wajar dilakukan setiap periode. Ia menilai setelah lebih dari dua dekade pelaksanaan pemilu langsung, kelebihan dan kekurangannya perlu dikaji secara objektif.

“Setiap konteks pasti ada plus dan minus. Biasanya setelah empat atau lima tahun, undang-undang memang perlu dievaluasi,” ujarnya.

Saat ini, Komisi II DPR masih mengumpulkan berbagai masukan, termasuk dari para kepala daerah. Pembahasan tersebut diperkirakan akan berlangsung panjang dan dilakukan melalui panitia kerja (panja).

“Kita memanggil seluruh kepala daerah dan menyerap masukan. Ini akan menjadi pembahasan yang cukup panjang dan akan dirumuskan melalui panja UU Pemilu,” kata Dede.

Menanggapi perubahan sikap Demokrat yang sebelumnya menolak pilkada melalui DPRD, Dede menegaskan bahwa posisi partai kini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo.

“Pada prinsipnya saat ini kita ikut dengan rencana presiden karena proses ini masih panjang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah saat ini difokuskan pada penanganan bencana di Sumatera, yang membutuhkan proses dan anggaran besar. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah ditunjuk sebagai ketua satuan tugas penanganan bencana tersebut.

“Pak SBY juga menyampaikan kita fokus pembenahan ini dulu. Urusan pilihan kepala daerah masih 2031,” jelasnya.

Dede menambahkan, pembahasan pilkada di internal Komisi II DPR belum dimulai dan masih menunggu penjadwalan resmi. Termasuk apakah akan dikodifikasikan dalam RUU Pemilu atau dibahas melalui regulasi terpisah.

“Semua akan dibahas panja secara bertahap dan berbasis data, termasuk soal tingginya biaya pemilu dan pilkada,” katanya.

Ia menegaskan, meski wacana perubahan sistem pilkada mengemuka, keterlibatan publik tetap menjadi prioritas dalam setiap proses legislasi.

“Pemilu 2024 itu brutal dan biayanya sangat tinggi. Semua data ini akan kita kaji bersama, dengan tetap membuka ruang partisipasi publik,” pungkas Dede. (dil)

Tags: Dede YusufdemokratDPRDpilkada

Berita Terkait.

SBN
Politik

Keharmonisan Intelektual Lintas Generasi Makin Erat, Ketua DPD RI: Ini Era Kebangkitan Melayu

Senin, 13 April 2026 - 09:10
BRIN Nilai Komunikasi Istana Membaik, Dorong Bakom Lebih Aktif
Politik

BRIN Nilai Komunikasi Istana Membaik, Dorong Bakom Lebih Aktif

Minggu, 12 April 2026 - 23:11
Netty-Prasetiyani-Aher
Politik

Rencana Moratorium PMI ke Wilayah Konflik Timur Tengah, Begini Respons DPR RI

Kamis, 9 April 2026 - 21:33
Anies
Politik

Persimpangan Anies Menuju 2029: Bertahan Idealis atau Menyebrang Pragmatis?

Selasa, 7 April 2026 - 10:21
DPD RI Minta Pelaku Pembunuhan Nakes di Tambrauw Menyerahkan Diri
Politik

DPD RI Minta Pelaku Pembunuhan Nakes di Tambrauw Menyerahkan Diri

Senin, 23 Maret 2026 - 16:02
BMKG Prakirakan Mayoritas Kota Besar di Indonesia Berawan-Hujan Ringan.
Politik

Anggota DPR: Timwas Intelijen DPR Bisa Dalami Kasus Penyiraman

Senin, 23 Maret 2026 - 12:01

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2511 shares
    Share 1004 Tweet 628
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    893 shares
    Share 357 Tweet 223
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.