INDOPOSCO.ID – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong optimalisasi Official Development Assistance (ODA) Jepang agar lebih berdampak langsung bagi masyarakat Indonesia, khususnya di tiga sektor strategis: pembangunan sumber daya manusia (SDM), pertanian, dan penyediaan air bersih.
Hal tersebut disampaikan Anggota BKSAP DPR RI Rachmat Gobel saat menerima delegasi parlemen Jepang dalam agenda Friendly Talk BKSAP bersama Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Jepang di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Gobel menilai kerja sama ODA antara Indonesia dan Jepang selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Namun demikian, ia menekankan pentingnya evaluasi dan penguatan arah kerja sama agar lebih komprehensif dan berkelanjutan.
“Pertemuan ini menjadi momentum untuk meninjau capaian proyek-proyek ODA yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah ke depan. Kami berharap kerja sama ini semakin ditingkatkan, terutama dalam pembangunan SDM,” ujar Gobel kepada Parlementaria.
Menurutnya, pembangunan SDM merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional. ODA Jepang diharapkan dapat diarahkan pada program pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan Indonesia saat ini, seperti pelatihan vokasi, peningkatan kapasitas tenaga kerja, serta penguatan kompetensi generasi muda.
Secara khusus, Gobel menyoroti pentingnya pelatihan bagi petani muda, mengingat sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Dukungan teknologi, inovasi, dan peningkatan kapasitas SDM dinilai krusial untuk mendorong modernisasi sektor tersebut.
“Pelatihan bagi petani muda sangat penting agar produktivitas pertanian dan perkebunan meningkat. Dengan teknologi dan pengetahuan yang tepat, sektor ini bisa menjadi lebih efisien dan berdaya saing,” jelasnya.
Selain SDM dan pertanian, BKSAP DPR RI juga mendorong dukungan Jepang dalam pemenuhan infrastruktur dasar, khususnya penyediaan air bersih. Gobel menilai akses air bersih masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan Indonesia Timur.
“Air bersih berperan penting bagi kualitas hidup masyarakat dan berdampak langsung pada isu kesehatan, termasuk pencegahan stunting,” ungkapnya.
Gobel menegaskan hasil pertemuan antarparlemen ini tidak boleh berhenti pada tataran diskusi. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut konkret melalui dialog berkelanjutan guna memastikan program-program ODA benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita harus terus membangun komunikasi dan dialog dengan Parlemen Jepang agar kerja sama ini berjalan optimal dan berkelanjutan,” tandas politisi Fraksi Partai NasDem tersebut. (dil)







