INDOPOSCO.ID – Di tengah kondisi dua RT di Jakarta Barat yang masih terendam banjir hingga Selasa (13/1/2026) sore, Pemerintah Kota Jakarta Barat menggencarkan pengerukan di 11 kali besar, termasuk Kali Sepak di Kembangan.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyatakan, bahwa setiap harinya terdapat sekitar 140 meter kubik atau setara dengan sejumlah truk lumpur sedimen yang berhasil diangkat dari aliran kali tersebut.
“Satu truk itu bisa mengangkut tujuh meter kubik. Kita siapkan 10 truk, satu hari dua kali pengangkutan. Jadi totalnya tujuh dikali 10 dikali dua, atau 140 meter kubik lumpur per hari,” kata Iin di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (13/1/2026).
Pengerukan kali menjadi strategi mitigasi banjir krusial tahun 2026 untuk menjaga kapasitas drainase makro Jakarta Barat tetap optimal saat puncak musim penghujan.
Iin menyatakan, pekerjaan tersebut telah mulai sejak awal Januari 2026 dan ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan kedepan. “Untuk panjang Kali Sepak ini kan kurang lebih 1,4 kilometer. Jadi kalau durasi waktunya, ini ada beberapa titik delay-nya karena penggantian lokasi,” jelas Iin.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat Purwanti Suryandari mengatakan, bahwa pengerukan tak hanya dilakukan di Kali Sepak. Saat ini, terdapat 11 kali besar di Jakarta Barat tengah dikeruk untuk mengantisipasi banjir.
“Sebanyak 11 kali yang sedang kita keruk, di antaranya Kali Semongol, Kali Pesanggrahan, Kali Sekretaris, Kali Cibubur, Kali Sepak, PHB Copylas, Kali Maja, Kali Mookervart di Kecamatan Cengkareng dan Kalideres, PHB Taman Palem, serta PHB Wali Kota,” ungkap Purwanti terpisah saat dikonfirmasi wartawan, siang tadi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta hingga pukul 17.00 WIB mencatat ada dua RT di Jakarta Barat yakni, Kelurahan Tegal Alur dan Rawa Buaya yang masih terendam banjir akibat hujan deras sejak Senin (12/1/2026) kemarin. (dan)







