INDOPOSCO.ID – Menghadapi tantangan ekonomi digital tahun 2026, BSI Maslahat resmi mengadopsi strategi fundraising berbasis dampak. Melalui pelatihan intensif bersama pakar industri, para amil kini dibekali keahlian manajemen data dan service excellence guna mencapai standar profesionalisme perbankan
Materi pelatihan mencakup leadership fundraising, strategic mindset, integrasi program, komunikasi fundraising, serta perancangan fundraising architecture.
Selain itu, peserta dibekali fundraising berbasis data dan target, pengelolaan relasi donor, service excellence, penyusunan action plan, strategic roadmap, serta coaching performance management.
Seluruh materi disampaikan melalui pendekatan praktis berbasis pengalaman lapangan. Metode pembelajaran meliputi assessment, diskusi berbasis studi kasus, workshop dan roleplay, penyusunan rencana aksi individu dan kelompok, hingga evaluasi dan pelaporan.
Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro menegaskan, pelatihan tersebut menjadi pijakan penting di awal tahun. Pendekatan ini memastikan setiap pembahasan berangkat dari tantangan nyata yang dihadapi para peserta di wilayah masing-masing.
“Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memulai tahun 2026. Harapannya, banyak pelajaran yang dapat kita serap dan implementasikan untuk meraih target penghimpunan tahun ini,” kata Sukoriyanto Saputro dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Dalam lembaga amil zakat, fundraiser tidak hanya berperan sebagai pengumpul dana, tetapi juga sebagai penghubung nilai-nilai kebaikan antara para muzakki dan masyarakat penerima manfaat.
“Sehingga BSI Maslahat tidak hanya dikenal sebagai lembaga penyalur, tetapi juga sebagai lembaga yang kuat dalam menghimpun,” ujar Sukoriyanto Saputro. (dan)








