INDOPOSCO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, meneguhkan nilai gotong royong, serta menumbuhkan kepedulian antarsesama di tengah berbagai tantangan nasional.
Ajakan tersebut disampaikan Puan dalam pidato pembukaan masa sidang pada Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Dalam menjawab harapan rakyat akan kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik di tahun 2026, Puan menegaskan komitmen DPR RI untuk bekerja dengan perhatian sungguh-sungguh dan penuh empati terhadap kebutuhan masyarakat. “DPR RI akan terus berupaya menghadirkan kebijakan negara yang dapat memajukan kualitas kehidupan rakyat,” ujar Puan.
Ia menuturkan, tantangan pembangunan nasional ke depan menuntut peran aktif dan tanggung jawab politik DPR RI sebagai lembaga perwakilan rakyat. Tantangan tersebut meliputi upaya pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang masih membutuhkan reformasi struktural agar lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Selain itu, Puan menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi global, digitalisasi, serta peralihan menuju ekonomi hijau. Ia juga menekankan perlunya penyempurnaan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Pembangunan, lanjutnya, harus dilakukan secara merata di seluruh wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan memperkuat persatuan nasional. Di saat yang sama, negara dituntut meningkatkan kualitas pelayanan terhadap kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, pangan, dan perumahan.
Tak hanya itu, Puan juga mengingatkan pentingnya penanganan isu sosial dan politik secara bijaksana demi menjaga stabilitas, persatuan, dan kohesi nasional, termasuk dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan perlindungan lingkungan hidup sebagai tanggung jawab negara terhadap generasi masa depan.
Untuk menghadapi kompleksitas tantangan tersebut, Puan menegaskan DPR RI memiliki peran konstitusional yang strategis melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
“Oleh karena itu, kebijakan negara yang dirancang bersama antara Pemerintah dan DPR RI harus memiliki prioritas dan strategi yang optimal, terutama di tengah keterbatasan ruang fiskal,” katanya.
Puan memastikan DPR RI akan mengawal setiap kebijakan dan alokasi anggaran agar benar-benar menjawab kebutuhan rakyat, mendorong keadilan sosial, serta menjamin keberlanjutan pembangunan nasional.
Sebanyak 294 dari 579 Anggota DPR RI menghadiri Rapat Paripurna Ke-11 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks parlemen, Jakarta, hari ini, yang merupakan Rapat Paripurna pertama pada tahun 2026, setelah menjalani masa reses sejak awal Desember 2025. (dil)








