INDOPOSCO.ID – Ratusan warga di Jakarta Barat masih bertahan di pengungsian setelah hujan deras memicu banjir sejak Senin (12/1/2026). Para pengungsi kini menempati balai warga, musala, hingga Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) setempat.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, pengungsi banjir tersebar di dua kelurahan wilayah Jakarta Barat yakni, Kelurahan Tegal Alur dan Rawa Buaya.
“Total pengungsi (Kelurahan Tegal Alur) 149 Kepala Keluarga (KK) 516 jiwa. Kelurahan Rawa Buaya total pengungsi enam KK 26 jiwa,” kata Yohan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Sebaran pengungsi di Kelurahan Tegal Alur meliputi RPTRA Alur Anggrek sebanyak 55 KK atau 200 jiwa, Musala Al Mukhlisin sebanyak 8 KK atau 23 jiwa, serta Rusun Lokbin sebanyak 31 KK atau 136 jiwa.
Selain itu, Musala At-Taubah RW 13 masih menampung pengungsi sebanyak 27 KK atau 82 jiwa, sementara di Majelis Dorotul Abidin RT 09/02 terdapat 28 KK atau 75 jiwa
“(Pengungsi) Kelurahan Rawa Buaya Kantor. Sekretariat RW 01: satu KK empat jiwa. Balai Warga RW 02: lima KK 22 jiwa,” ungkap Yohan.
BPBD Jakarta mencatat masih ada dua RT di Jakarta Barat yang terendam banjir hingga pukul 17.00 WIB. Di samping itu, pihaknya telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah.
“Terdapat dua RT yang terdiri: Kelurahan Tegal Alur : dua RT. Ketinggian: 30 cm. Penyebab: Curah Hujan Tinggi,” imbuh Yohan. (dan)







