INDOPOSCO.ID – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengatakan pengoptimalan kayu hanyutan banjir terus dilakukan di Aceh Utara dan Sumatera Utara (Sumut) sebagai bagian dari strategi pemulihan cepat lingkungan dan penyediaan hunian bagi warga.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan dalam pernyataan terkonfirmasi dari Jakarta, Senin (12/1/2026) menyampaikan bahwa hingga Minggu (11/1/2026), telah diukur 938 batang kayu hanyutan dengan total volume mencapai 1.506,08 meter kubik.
“Kayu hanyutan ini menjadi sumber material utama untuk mendukung pembangunan hunian sementara secara cepat dan terkontrol,” ujar Subhan.
Dia menyampaikan bahwa di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, sebanyak 69 personel Kemenhut dikerahkan dengan dukungan 38 unit alat berat, terdiri atas 30 unit milik Kemenhut, tujuh unit milik TNI, serta 1 ekskavator dan tiga dump truck dari PUPR dan Kemenhut.
Kegiatan difokuskan pada pembersihan dan pemilahan kayu di permukiman warga agar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan hunian sementara (huntara).
Pemanfaatan kayu tersebut telah mendukung pembangunan 13 unit huntara, dengan 10 unit masih dalam proses dan 3 unit telah dihuni warga Desa Geudumbak.
Sementara itu di Sumatera Utara, penanganan kayu hanyutan di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol kini memasuki tahap penatausahaan dan pemanfaatan.
Per Minggu (11/1/2026), kayu olahan dari wilayah Garoga mencapai 1.376 keping dengan total volume 19,5755 meter kubik, yang diperuntukkan bagi pembangunan hunian sementara di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru. Dari jumlah tersebut, 752 keping atau 9,9373 meter kubik telah diangkut ke lokasi huntara. (dam)








