INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melakukan penataan 43 kios Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perbaikan sarana ibadah, serta toilet umum di Kawasan Wisata Pantai Viral Bagek Kembar, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Program ini menjadi bagian dari komitmen PLN EPI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan sektor pariwisata dan UMKM pesisir.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menjelaskan penataan difokuskan pada pembenahan kios agar lebih tertib, bersih, dan memiliki daya tarik visual bagi wisatawan. Lingkungan usaha yang nyaman diharapkan dapat meningkatkan pengalaman berkunjung sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“PLN EPI tidak hanya hadir sebagai penyedia energi primer, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial. Penataan kios ini kami rancang agar kawasan Pantai Viral tampil lebih rapi dan menarik sehingga kunjungan wisata meningkat dan manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh pelaku UMKM,” ujar Mamit dalam keterangannya, Kamis (8/1/2025).
Menurutnya, Pantai Viral Bagek Kembar memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan Kota Mataram apabila didukung dengan fasilitas UMKM yang tertata dan representatif. Ketika wisatawan merasa nyaman, lama tinggal dan belanja akan meningkat sehingga berdampak langsung pada pendapatan masyarakat pesisir.
Program penataan kios UMKM Pantai Viral ini merupakan program perdana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN EPI di Pulau Lombok. Ke depan, PLN EPI menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi jangka panjang dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat dan destinasi wisata berbasis potensi lokal.
“Kami ingin menghadirkan kerja sama yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar program ini terus tumbuh dan memberikan dampak yang konsisten,” jelas Mamit.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, mengapresiasi keterlibatan PLN EPI dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Viral Bagek Kembar. Menurutnya, penguatan destinasi wisata membutuhkan peran aktif berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah.
“Penataan lapak UMKM merupakan solusi konkret untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata, terutama di tengah keterbatasan sumber daya yang ada,” ujarnya.
Cahya juga menyoroti tantangan abrasi di wilayah pesisir Mataram yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan kawasan wisata. Saat ini, Pemerintah Kota Mataram tengah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk penanganan abrasi secara terpadu.
Melalui program ini, PLN Energi Primer Indonesia menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8, SDG 11, dan SDG 17, dengan menghadirkan pemberdayaan UMKM dan pengembangan kawasan wisata yang inklusif dan berkelanjutan. (rmn)





















