INDOPOSCO.ID – Kebutuhan bumbu masak jumlahnya diperkirakan meningkat pada musim haji 2026 Masehi / 1447 Hijriah.
Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Ia menyebut, pada penyelenggaraan haji 2025 kebutuhan bumbu mencapai sekitar 400 ton, sementara untuk tahun ini diproyeksikan naik menjadi sekitar 600 ton, seiring peningkatan kualitas layanan konsumsi.
Lebih jauh ia mengungkapkan, pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan konsumsi yang sesuai dengan cita rasa dan kebutuhan gizi jemaah haji Indonesia.
Ia mengatakan, penyediaan makanan haji tidak hanya memperhatikan rasa, tetapi juga kualitas bahan dan kandungan gizi. Pemerintah bahkan mengupayakan agar sebagian bahan makanan, termasuk beras dan bumbu, dapat dipasok dari Indonesia untuk dikonsumsi jamaah selama berada di Arab Saudi.
“Jamaah kita berharap makanannya sesuai dengan lidah Indonesia,” katanya.
“Karena itu, hari ini kita hadirkan cita rasa Nusantara untuk jamaah, sekaligus memastikan makanan ini menunjang kesehatan dan kebugaran mereka selama menjalankan ibadah haji,” imbuhnya.
Ia menambahkan, uji makanan melibatkan sejumlah institusi untuk memastikan standar kelayakan terpenuhi. Penilaian tersebut mencakup aspek rasa, gramasi, kualitas bahan, serta kecukupan gizi dengan pengawasan yang ketat. (nas)











