INDOPOSCO.ID – Pemerintah Australia mengimbau seluruh warganya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut menyusul gelombang protes yang terus meluas dan berpotensi meningkat sewaktu-waktu.
Imbauan tersebut disampaikan melalui portal resmi Smartraveller milik Kementerian Luar Negeri Australia pada Rabu (7/1/2026). Otoritas Australia juga meminta warganya menunda perjalanan ke Iran hingga situasi keamanan dinilai membaik.
“Jika Anda berada di Iran, sebaiknya segera keluar. Protes keras terjadi di berbagai wilayah dan dapat meningkat tanpa peringatan,” demikian pernyataan resmi Smartraveller.
Pemerintah Australia menekankan agar warganya yang masih berada di Iran menghindari kerumunan, demonstrasi, dan aksi protes, serta selalu mematuhi arahan dari otoritas setempat.
Selain itu, operasional Kedutaan Besar Australia di Teheran telah dihentikan. Kondisi ini membuat kemampuan pemerintah Australia untuk memberikan bantuan konsuler kepada warganya di Iran menjadi sangat terbatas.
Australia menegaskan bahwa warga negaranya yang tetap memilih tinggal di Iran meski telah mendapat peringatan tersebut harus bertanggung jawab penuh atas keselamatan diri masing-masing.
Sebagaimana dilansir dari Antara, gelombang protes di Iran mulai mencuat sejak akhir Desember 2025. Aksi tersebut dipicu oleh anjloknya nilai mata uang nasional, rial, yang berdampak langsung pada melonjaknya harga kebutuhan pokok.
Iran saat ini menghadapi tekanan ekonomi berat dengan tingkat inflasi tahunan mencapai 38,9 persen, menurut Bank Sentral Iran. Kondisi tersebut semakin menekan daya beli masyarakat.
Di pasar terbuka, nilai tukar dolar Amerika Serikat yang sebelum penarikan AS dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018 berada di kisaran 50.000 rial, kini melonjak drastis hingga sekitar 1,4 juta rial per dolar AS. (dil)









